KETIKA MAJAPAHIT MULAI SURUT (6) – Majapahit Nama Pohon Suci


Ada versi menyebutkan kekuasaan kerajaan Majapahit membentang dari ujung utara pulau Sumatera, sampai Papua. Bahkan, Malaka yang sekarang dikenal dengan nama Malaysia, termasuk wilayah kerajaan Majapahit. Majapahit berdiri pada tahun 1293 Masehi, didirikan oleh Raden Wijaya.

SETELAH dikukuhkan sebagai raja, Raden Wijaya kemudian bergelar Shri Kertarajasha Jayawardhana. Pengaruh Majapahit jauh melintasi batas benua. Di Asia, hanya Majapahit yang ditakuti oleh kekaisaran Tiongkok. Pada abad ke-13 hanya ada dua kerajaan besar, yakni Tiongkok dan Majapahit.

Lambang negara Majapahit adalah Surya. Benderanya berwarna Merah Putih. Darah putih lambang dari ayah dan darah merah dari ibu. Lambang nasionalisme sejati. Lambang kecintaan pada bhumi pertiwi. Karma Bhumi. Pada masanya, Majapahit menrupakan negara adikuasa, superpower. Pusat pemerintahan ada di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Bandarnya adalah Gresik.

Kerajaan Majapahit menganut faham Hindhu aliran Shiwa dan Buddha. Dua agama ini dukukuhkan sebagai agama resmi kerajaan. Sehingga kemudian muncul istilah agama Shiva Buddha. Versi yang ditulis seorang penganut Hindu Bali tersebut menyebutkan, nama Majapahit diambil dari nama pohon kesayangan Deva Shiva, Avatara Brahman, yaitu pohon Bilva atau Vilva.

Di Jawa pohon ini terkenal dengan nama pohon maja, dan rasanya memang pahit. Maja yang pahit ini adalah pohon suci bagi penganut agama Shiva, dan nama dari pohon suci ini kemudian dijadikan nama kerajaan. Dalam bahasa sanskerta, Majapahit juga dikenal dengan nama Vilvatikta (Wilwatikta). Vilva berarti pohon maja dan tikta adalah pahit. Sehingga, selain Majapahit orang Jawa juga menyebutnya dengan Wilwatikta atau Wilwotikto.

Majapahit mencapai kejayaannnya pada masa pemerintahan seorang ratu bernama Tribhuwanatunggadewi Jayawishnuwardhani (1328-1350 M). Dan mencapai zaman keemasan pada masa pemerintahan Prabhu Hayam Wuruk (1350-1389 M) dengan Mahapatih Gajah Mada. Pada masa itu kemakmuran dirasakan seluruh kawula Majapahit sehingga dapat disebut sebagai masa gemilang.

Namun Majapahit sempat digoyang perang saudara selama lima tahun yang kemudian dikenal sebagai Perang Pare-greg (1401-1406 M). Peperangan terjadi karena Blambangan berniat melepaskan diri dari Majapahit.

Namun, Blambangan yang diperintah Bhre Wirabhumi berhasil ditaklukkan seorang ksatria berdarah Blambangan sendiri yang membelot ke Majapahit, yaitu Raden Gajah. Dalam masyarakat, kisah ini menjadi folklore yang mengisahkan pemberontakan Adipati Blambangan Kebo Marcuet. (dari berbagai sumber)-(JB Santoso)

Read previous post:
Pengendar Motor Tewas Nabrak Pembatas Jalan

SEMARANG (MERAPI)- Fajar Triana (35) lelaki warga Jalan Gaharu Utara 11, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang tewas menabrak

Close