KETIKA MAJAPAHIT MULAI SURUT (5) – Runtuh Menurut Banyak Versi

Dwarapala, arca raksasa yang popular sampai sekarang.
Dwarapala, arca raksasa yang popular sampai sekarang.

Menurut kronik Cina, Raden Patah adalah putra Bhre Kertabhumi, sedangkan Swan Liong adalah putra Hyang Wisesa dari seorang selir berdarah Cina. Selanjutnya dikisahkan pula, setelah kekalahan Kung-ta-bu-mi, Majapahit pun menjadi bawahan Demak. Bekas kerajaan besar ini kemudian diperintah Nyoo Lay Wa.

NYOO LAY WA adalah seorang Cina muslim yang diangkat Raden Patah untuk menjadi bupati di Majapahit. Pada tahun 1486 Nyoo Lay Wa tewas karena unjuk rasa penduduk pribumi. Maka, Jin Bun pun mengangkat iparnya, yaitu Pa-bu-ta-la, menantu Kung-ta-bu-mi, sebagai bupati baru.

Tokoh Pa-bu-ta-la identik dengan Prabhu Natha Girindrawardhana alias Dyah Ranawijaya dalam prasasti Jiyu 1486. Jadi, menurut berita Cina tersebut, Dyah Ranawijaya alias Bhatara Wijaya adalah saudara ipar sekaligus bupati bawahan Raden Patah. Dengan kata lain, Bhra Wijaya adalah menantu Bhre Kertabhumi menurut kronik Cina.

Dari sekian banyak versi disampaikan bahwa raja terakhir Majapahit adalah Brawijaya. Ia dikalahkan oleh Raden Patah dari Demak Bintara. Konon Brawijaya kemudian masuk Islam melalui Sunan Kalijaga.

Namun ada pula yang mengisahkan Brawijaya melarikan diri ke Pulau Bali. Meskipun teori yang bersumber dari naskah-naskah babad dan serat uraiannya terkesan khayal dan tidak masuk akal, namun sangat populer dalam masyarakat Jawa.

Raja terakhir Majapahit Bhre Kertabhumi dikalahkan Raden Patah dan menjadi bawahan Kesultanan Demak, teori ini muncul berdasarkan ditemukannya kronik Cina dari Kuil Sam Po Kong Semarang.

Lalu ada versi, raja terakhir Majapahit adalah Bhre Kertabhumi. Ia dikalahkan Girindrawardhana Dyah Ranawijaya alias Bhatara Wijaya. Teori ini muncul berdasarkan penemuan prasasti Petak yang mengisahkan pernah terjadi peperangan antara keluarga Girindrawardhana melawan Majapahit.

Versi lain, raja terakhir Majapahit adalah Bhre Pandansalas yang dikalahkan oleh anak-anak Sang Sinagara. Teori ini muncul karena Pararaton tidak menyebutkan secara jelas apakah Bhre Kertabhumi merupakan raja terakhir Majapahit atau bukan. Selain itu kalimat sebelumnya juga terkesan ambigu, apakah yang meninggalkan istana pada tahun 1390 Saka (1468 Masehi) adalah Bhre Pandansalas, ataukah anak-anak Sang Sinagara.

Teori yang menyebut Bhre Pandansalas sebagai raja terakhir mengatakan kalau pada tahun 1478, anak-anak Sang Sinagara kembali untuk menyerang Majapahit. Jadi, menurut teori ini, Bhre Pandansalas mati dibunuh oleh Bhre Kertabhumi dan sudara-saudaranya pada tahun 1478. (dari berbagai sumber)-(JB Santoso)

 

Read previous post:
Penjaga Toilet Tewas Dianiaya, Polisi Interogasi Lima Saksi

KARANGANYAR (MERAPI) - Aparat Satreskrim Polres Karanganyar memeriksa keterangan lima saksi kasus penganiayaan terhadap warga Dukuh Kacangan, Desa Panggak, Kecamatan

Close