KETIKA MAJAPAHIT MULAI SURUT (1) – Demak Percepat Penyebaran Islam

MERAPI-JB SANTOSO Candi Plaosan bercorak Hindu-Buddha sudah ada sekitar lima abad sebelum Majapahit.
MERAPI-JB SANTOSO
Candi Plaosan bercorak Hindu-Buddha sudah ada sekitar lima abad sebelum Majapahit.

Semasa jayanya, nama Majapahit bergaung sampai melintasi batas benua. Banyak negara dan kerajaan menaruh segan dan hormat atas kuasanya. Eksis pada abad 13 sampai dengan 15. Raja terbesar dan berpengaruh di kerajaaan itu adalah Hayam Wuruk. Lalu kenapa kerajaan besar itu bisa surut?

KEKUASAAN Majapahit membentang luas, namanya disegani di berbagai kerajaan di Asia. Lalu kenapa bisa, setelah eksis selama dua abad, kerajaan besar itu menyurut, lalu runtuh? Tentu banyak pasal.

Berbagai versi mengungkapkan bagaimana Majapahit bisa runtuh. Tentu dari sudut pandang yang beragam, sesuai dengan latar belakang penilainya. Yang jelas Majapahit adalah kerajaan Hindu terbesar di Nusantara. Dan yang terakhir. Lalu muncul kerajaan Demak, yang berlatar Islam.

Belum jelas memang peristiwa apa yang menandai berakhirnya kerajaan ini, ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa Majapahit runtuh akibat serangan dari kerajaan Islam Demak. Namun ada yang mengatakan konflik internal antara Bhre Kertabumi sebagai raja terakhir Majapahit diserang oleh Bhatara Wijaya yang juga merupakan anggota kerajaan, konflik internal ini kemudian dianggap mengakhiri eksistensi Majapahit.

Yang pasti, runtuhnya Majapahit mengakhiri kejayaan kerajaan–kerajaan Hindu dan Buddha di tanah Nusantara. Sebab setelah Majapahit runtuh, kerajaan–kerajaan Islam mulai bermunculan dan berjaya.

Di Jawa sendiri yang notabene dulunya merupakan pusat pemerintahan Majapahit, mulai tergantikan oleh Kesultanan Demak yang berada di pantai utara Pulau Jawa dan merupakan bekas daerah kekuasaan Majapahit.

Demak memang bukan kesultanan pertama yang eksis di tanah Nusantara, sebab sebelumnya sudah ada beberapa kerajaan Islam di Nusantara, seperti Samudra Pasai yang sudah ada semenjak abad ke–13. Namun dapat dikatakan bahwa Demak memiliki pengaruh yang lebih kuat dibanding kesultanan–kesultanan (Islam) yang sudah lebih dulu ada di Nusantara.
Munculnya kesultanan Demak juga turut mempercepat penyebaran agama Islam, tak hanya di Jawa namun juga di berbagai daerah di Nusantara. Agama Hindu dan Buddha yang pengaruhnya kuat pada masa–masa sebelumnya mulai tergantikan dengan agama Islam. (dari berbagai sumber)-(JB Santoso)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Rampas HP, Pelajar Dihukum 5 Bulan

BANTUL (MERAPI)- Seorang pelajar sekolah menengah atas, SAN (17) warga Prokerten, Trimurti, Srandakan, Bantul dijatuhi hukuman berupa pidana penjara di

Close