BAKTI PATIH DANUREJO BAGI KASULTANAN (03) – Ikut Mendirikan Banyak Pabrik

Beberapa makam di seputar pusara Patih Danirejo II adalah makam Kanjeng Raden Mas Harya Suryanto Suryosurendo, Bendara Pangeran Harya Soeryo Hamijoyo, Raden Ayu Siti Daruni Herqutanto, Drs Herqutanto Sosronegoro. Beberapa di antaranya terdapat tempat untuk istirahat para peziarah.

SELAIN itu kompleks makam ini juga dilengkapi dengan sebuah bangsal yang memiliki arah hadap ke utara. Bangsal ini terletak di bawah bukit, tepatnya di depan tangga masuk. Bangsal ini berukuran sekitar 5 x 4 meter.

Di bawah bukit ini terdapat sebuah kolam yang berbentuk U. Kolam ini mengelilingi bukit tersebut. Sayangnya kolam ini tidak lagi berair mengingat mata air di tempat ini sudah banyak yang mati seiring dengan perkembangan permukiman atau perumahan yang relatif cepat. Tanah dari kolam inilah yang dulu digunakan untuk membat gundukan bukit yang kemudian menjadi kompleks makam.

Pada sisi barat kolam terdapat sebuah Masjid Taqorub yang menurut sumber setempat dibangun dalam waktu yang tidak terpaut jauh dari pembangunan makam. Semula bangunan masjid relatif kecil kemudian mengalami perluasan. Kolam yang memisahkan masjid dan kompleks makam semula digunakan juga sebagai air pembersih kaki bagi orang-orang yang akan melakukan salat. Hal demikian hakikatnya sama seperti kolam-kolam di berbagai masjid lama di Jawa.

MERAPI-AMBES SARTONO Nisan makam Patih Danureja VII dan isteri.
MERAPI-AMBES SARTONO
Nisan makam Patih Danureja VII dan isteri.

KPAA Patih Danurejo VII memiliki nama lain KPH Yudonegoro III. Nama ini memang nunggak semi ‘menggantikan/menurutkan’ nama dari ayahnya yang juga bernama Yudonegoro (II). Patih Danurejo VII menjabat sebagai patih di Kasultanan Yogyakarta semasa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana VII.

Patih Danurejo VII memiliki nama lain Raden Mas Bambang Ryanto. Ia menjadi patih karena menggantikan posisi sepupunya Patih Danurejo VI. Pada masa jabatannya ia bersama-sama dengan Sultan Hamengku Buwana VII banyak mendirikan pabrik atau industri (khususnya gula) dan sekolahan. Ia juga mengajak para bangsawan keraton untuk menanamkan modal bagi usaha yang dirintis bersama.

Pada bidang pertahanan keamanan ia mengusulkan pengurangan jumlah personil prajurit keraton dengan alasan bahwa soal keamanan telah dibantu oleh militer Belanda. Hal demikian menimbulkan keresahan di kalangan prajurit keraton. Akan tetapi Patih Danurejo VII mengalihkan sebagian tugas keprajuritan tersebut untuk mengawal hasil-hasil panen dan distribusinya serta menjaga keamanan pabrik-pabrik milik kerajaan. (Albes Sartono/Jbo)

 

Read previous post:
ilustrasi
Tak Sengaja Telan Jarum, Siswi SMP Dioperasi

WONOSARI (MERAPI)- Gara-gara tak sengaja menelan jarum pentul, seorang siswi SMP, Ika Yuliani (14) warga Ponjong, Gunungkidul harus menjalani operasi

Close