DARI KUTHAGEDHE, MATARAM ISLAM BERJAYA (9) – Pusara Pendiri Mataramn Islam

Di dalam Makam Agung terdapat pusara para peletak dasar Kerajaan Mataram Islam. Selain itu juga terdapat pusara Panembahan Hanyakrawati atau Panembahan Seda Krapyak. Makam Sri Sultan Hamengku Bowono I dan Sri Pakualam I juga berada di dalam kompleks makam tersebut.

UNTUK menuju ke halaman dalam Makam Agung terdapat sebuah gapura yang berada di sebel;ah selatan Masjid Gede Mataram Kotagede. Dan untuk masuk ke dalamnya harus melalui sebuah gapura paduraksa berdaun pintu kayu. Makam ini mempunyai pagar keliling dri batu cadas dan batu bata serta terdiri dari tiga bagian (halaman).

Pada halaman pertama terdapat bangsa untuk para abdidalem berjaga dan mengurus administrasi bagi para peziarah. Halamn kedua terdapat empat bangunan yang baisanya dipakai para peziarah untuyk berganti pakaian dan menunggu giliran untuk memasuki makam.

Halaman ketiga merupakan halaman utama yang dianggap paling sakral karena di dalamnya terdapat pusara raja-raja masa awal Kerajaan Mataram Islam dan beberapa masa berikutnya beserta kaum kerabat mereka.

MERAPI-JB SANTOSO Pintu gerbang utama masuk ke Makam Agung.
MERAPI-JB SANTOSO
Pintu gerbang utama masuk ke Makam Agung.

Di sebelah barat daya pemakaman yang sekaligus merupakan bagian terakhir kompleks masjid terdapat Sendang Selirang yang terdiri Sendang Kakung dan Sendang Putri. Selain itu di sebelah barat di bagian luar tembok pagar keliling terdapat Sendang Kemuning. Untuk menuju sendang tersebut terdapat sebuah gapura.

Pada saat terjadi gempa bumi tektonik yang menggucang kuat kawasan Bantul dan Yogyakarta pada 27 Mei 2006, komleks Masjid Gede Mataram Kotagede dan Makam Agung, mengalami kerusakan parah. Kerusakan akibat gempa tersebut antara lain pada bagian atas gerbang-gerbang, pagar-pagar retak hingga roboh, serta kelir yang roboh total.

Sedangkan banguna masjid sendiri juga mengalami kerusakan, di antaranya pada pilar kanopi, keretakan pada dinding masjid serta tiang kayu pada serambi mengalam pergeseran dan miring ke arah timur.

Penanganan pasca gempa dilakukan yaitu tanggap darurat oleh Balai Pelstarian Peninggalan Purbakala (BP3) yang sekarang berganti nama menjadi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta pada bulan Juni sampai dengan Juli 2006. Dalam rangka penanganan lebih lanjut kemudian dilakukan Studi Teknis Arkeologis pada April 2007 pada April 2007 dan selanjutnya Juli sampai dengan September 2007 dilakukan proses pemugaran di bagian dinding, serambi, pawestren dan struktur kanopi.

Cagar budaya Kompleks Masjid Gede Mataram Kotagede ini mempunyai arti penting bagi ilmu pengetahuan, sejarah, pendidikan, kebudayaan dan agama. Oleh karena itu diperlukan partisipasi semua pihak untuk melestarikannya baik dengan cara melindungi, mengembangkan dan mamanfaatkannya. (-dari berbagai sumber) (JB Santoso)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
OPTIMALKAN LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING – Dispusip Bantul Edarkan Ribuan Buku Tiap Hari

BUKU menjadi bagian terpenting dalam upaya mencerdaskan masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan buku direspon sangat baik oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

Close