DARI KUTHAGEDHE, MATARAM ISLAM BERJAYA (2) – Kyai Pleret Melukai Penangsang

Akhirnya, Ki Ageng Pemanahan dan Sutowijaya putranya yang berhasil memenuhi sayembara yang digelar Sultam Hadiwijaya untuk membunuh Aryo Penangsang. Mereka lalu mendapat hadiah tanah berupa Hutan Mentaok. Pertarungannya melawan Aryo Penagsang melalui strategi yang unik dan cerdik.

ARYO PENANGSANG dikenal sebagai bangsawan yang sakti madraguna. Selain memiliki keris sakti bernama Kyai Setan Kober, tungganganya juga berupa kuda jantan yang amat gagah bernama Gagak Rimang.

Ki Pemanahan dan Ki Penjawi mengikuti sayembara atas desakan Ki Juru Mertani, kakak iparnya. Ki Pemanahan dan Ki Penjawi lalu mengatur strategi dengan meminta Sutowijaya untuk maju perang dengan mengedari kuda betina dan bersenjatakan tombak pusaka Kyai Pleret.

Caranya, dalam peperangan Sutowijaya diminta berada di seberang sungai dari tempat Aryo Penangsang berada. Gagak Rimang yang kala itu sedang berada dalam masa birahi yang tinggi, amat kacau dikendalikan oleh Aryo Penagsang. Ketika Gagak Rimang lepas kendali dengan menyeberang sungai bersama tuannya, Sutowijaya lalu melempar Kyai Pleret ke arah Aryo Penangsang.

Luar biasa, tombak Kyai Pleret dapat merobek perut Aryo Penangsang hingga ususnya terburai. Tapi Aryo Penangsang yang memang gagah berani, tidak mau mundur. Ususnya lalu dikalungkan ke keris Kayi Setan Kober yang berada di pinggang belakangnya dan masih berada dalam sarungnya.

MERAPI-JB SANTOSO Ki Ageng Pemanahan, hasil karya seniman.
MERAPI-JB SANTOSO
Ki Ageng Pemanahan, hasil karya seniman.

Pasukan Sutowijaya yang dikejar Aryo Penangsang pun terdesak. Malang tak dapat ditolak. Ketika Aryo Penangsang amat bernafsu menghunus bilah Kyai Seran Kober, tanpa sengaja memutus ususnya yang terburai itu, Tak terhindarkan Aryo Penangsang pun tewas seketika. Perang antara pasukan Ki Pemanahan dan Aryo Penangsang terjadi di dekat Bengawan Sore.
Ki Juru Martani menyampaikan laporan palsu kepada Sultan Hadiwijaya bahwa Aryo Penangsang mati dibunuh Ki Pamanahan dan Ki Penjawi. Apabila yang disampaikan adalah berita sebenarnya, maka dapat dipastikan Hadiwijaya akan lupa memberi hadiah sayembara mengingat Sutowijaya adalah anak angkatnya.

Hadiwijaya kemudian memberikan hadiah tanah Mataram dan Pati. Ki Pamanahan yang merasa lebih tua mengalah memilih Mataram yang masih berupa hutan lebat, sedangkan Ki Penjawi mandapat daerah Pati yang saat itu sudah berwujud kota. (-dari berbagai sumber) (JB Santoso/Jbo)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Tangis Haru Melepas Calon Jemaah Haji

KARANGANYAR (MERAPI) - Suasana haru terlihat saat pamitan jemaah calon haji Karanganyar di halaman kantor bupati, Sabtu (28/7). Derai air

Close