CERITA MISTERI – Jualan Bakso Larut Malam

MESKI larut malam, Mbok Nah (bukan nama sebenarnya) masih belum tidur. Ia menunggu Ayu (nama samaran), anak semata wayangnya yang belum pulang kerja. Ayu bekerja menjadi SPG di salah satu mal.

Maklumlah, karena begitu mal tutup ia masih harus mengemasi barang-barang. Lama juga. Dia kan sampai rumah sekitar setengah dua malam.

Sambil menunggu Ayu, Mbok Nah pun tidur-tiduran. Tiba-tiba perutnya keroncongan minta diisi. Dengan malas dia menuju dapur. Ukh, ternyata nasinya habis. Lalu beranjak balik ke kamarnya. Baru juga melangkah, tiba-tiba “Tik tok, tik tok!”
Terdengar suara bamboo dipukul. “Suara apa ya?” pikirnya. Ia keluar untuk melihat. “Oh, itu bakul bakso. Kebetulan,” batinnya senang. Ia bergegas menuju ke luar. “Bang, minta baksonya satu.” Katanya pada si tukang bakso. Tukang bakso itu pun segera menghentikan tik tok annya dan melayani permintaan itu.

Sejurus kemudian, Mbok Nah sudah menikmati semangkok bakso di meja makan. Ia makan dengan lahap. Sampai akhirnya bakso satu mangkok itu pun habislah. Ia pun bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil uang. Kemudian sambil membawa mangkok bakso yang sudah kosong itu, ia kembali ke luar, menemui si tukang bakso sambil menenteng mangkok.

Belum juga sampai di pintu, ia mendengar ada suara kentongan mendekat. “Wah, para peronda sudah datang.” Batinnya. Begitu sampai di depan pintu, ia melihat beberapa peronda yang datang melewati rumahnya. “Permisi mbah.” Kata mereka sopan sambil tersenyum. Perempuan tua itu pun membalas. “Mangga….”

“Ada apa Mbah, kok bawa-bawa mangkok ?” tanya Bejo (sebut saja demikian), salah satu peronda dengan heran. “Oh, ini, tadi saya baru saja pesan bakso. Ini sudah selesai, mau mbayar. Lah, mana tukang baksonya ?” tanyanya sambil celingukan ke kiri dan kanan mencari si tukang bakso yang menghilang. Bahkan gerobaknya juga tidak tampak.

“Tukang bakso ?” tanya Barjo (nama samaran), peronda yang lain, dengan heran. “Iya Jo. Kamu tau tukang baksonya?” tanya Mbok Nah. “Tukang bakso dari mana, wong gang depan sudah ditutup. Ini sudah setengah satu. Dari tadi tidak ada tukang bakso yang lewat atau keluar,” timpal peronda yang lain heran.

“Sebentar …” perempuan tua itu tersadar. “Oh iya ya. Sekarang kan sudah malam. Kalau malam portal ditutup. Terus tukang bakso itu masuk lewat mana?“ gumannya.

Sebab arah para peronda berkeliling adalah dari Pos Ronda Rumah Mbok Nah terletak di ujung gang buntu. Jadi tidak mungkin si tukang bakso itu berlawanan arah dengan para peronda. Dan yang jelas, mulai pukul sembilan malam portal di depan gang akan diturunkan sehingga tukang bakso itu mustahil bisa masuk. Lalu, siapa tukang bakso itu?” (Hendro Wibowo/Jbo)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KARTUN – 26 Juli 2018

Close