CERITA MISTERI – Pocong Sambut Penghuni Baru


SAYA tidak pernah akan lupa hari itu malam Jumat Kliwon. Hari keramat menurut orang Jawa dan banyak hantu gentayangan. Namun saya tidak pernah mempercayai itu. Bagi saya semua hari sama. Sampai suatu hari saya mengalami peristiwa aneh.

Malam itu sekitar pukul sebelas, karena cuaca mendung sinyal hape saya jadi sedikit eror. Suara kurang jelas dan terputus-putus. Padahal saya harus menyampaikan hal penting pada kerabat dari jauh.

Saya lalu keluar rumah untuk mendapatkan sinyal bagus. Benar saja, suara kerabat saya di telepon terdengar lebih bening. Pembicaraan pun akhirnya melebar kemana-mana.
Tengah asyik-asyiknya ngobrol, tiba-tiba hidung saya mencium bau wangi yang aneh. Campuran wangi bunga semboja, kenanga dan aroma dupa. Bulu kuduk saya merinding. Obrolan saya hentikan.

Sebenarnya saya telah mempunyai firasat, bahwa bau aneh ini merupakan gelagat buruk. Saya ingin cepat-cepat masuk rumah, namun kaki saya sulit digerakkan. Seperti terpaku di tempat. Ketika mata saya melihat ke depan, ke arah jalan kecil di depan rumah, saya terkesiap.

Dari arah timur menuju barat, saya melihat bayangan putih agak samar, melompat-lompat dengan lincah. Bayangan putih itu tidak hanya satu, tapi tujuh. Dan ketika melewati rumah saya, lima meter dari tempat saya berdiri, bau wangi aneh itu terasa tajam sekali. Membuat perut menjadi mual. Sementara itu kaki saya tetap sulit digerakkan. Saya terpaksa diam di tempat sambil mata saya terus mengikuti gerakan pocong-pocong tersebut sampai hilang di kelokan. Anehnya, setelah itu bau wangi yang tajam menyengat tersebut pelan-pelan juga menghilang.

Saya segera masuk ke rumah, mengambil air wudlu, untuk membilas sisa-sisa bau wangi, yang barangkali masih ada yang menempel di tubuh saya. Betapapun saya bersyukur pada Tuhan, sebab meskipun saya berada pada jarak yang begitu dekat dengan barisan pocong tadi, saya tidak diganggu sama sekali. Besuknya ketika hal itu saya ceriterakan pada tetangga sebelah rumah yang memang asli warga kampung itu, dia hanya tersenyum.

“Kuburan di atas bukit itu memang terkenal angker. Setiap pendatang baru di kampung ini biasanya selalu mendapat sambutan seperti itu. Jadi saya tidak kaget mendengar ceriteramu,” kata tetangga saya sambil menunjuk ke arah bukit, yang berada persis di atas pemukiman baru yang saya huni ini.

Di sana terdapat kuburan kuno, lokasi kuburan itu ada di wilayah Bantul, tapi saya tidak akan menyebut nama persisnya, karena harus dilindungi. (Ardini Pangastuti/Jbo)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Jalan Bedah Menoreh Dianggarkan Rp 320 Miliar

WATES (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo akan membangun jalan bedah Menoreh yang menghubungkan bandara New Yogyakarta International Airport menuju kawasan

Close