CERITA MISTERI – Para Lelembut Sedang Wedangan


SORE itu Triman (bukan nama sebenarnya) diajak ayahnya ke rumah neneknya yang tinggal di Banyubiru. Anak usia kelas empat SD di Sukoharjo itu setiap liburan sekolah selalu selalu diajak ke tempat neneknya di Wonogiri.

Perjalanannya menuju rumah neneknya melewati terminal yang baru yang berada di sebelah lapangan bola Jatingarang yang dibangun tahun kemarin.

Menurut sejarahnya, bangunan terminal yang cukup luas itu dibangun di atas areal yang rimbun oleh pepohonan dan dikenal angker. Tak ada warga yang berani lewat di dekat itu pada malam hari.

Tak sedikit yang mengaku pernah disatroni makhluk halus di tempat itu. Ada yang mengatakan, lelembuinya tidak hanya sebiji, namun sangat banyak. Ada pula yang mengatakan, mereka pernah melihat sebuah warung angkringan yang digunakan duduk-duduk banyak orang. Padahal setahu orang itu, di gerumbul Jatingarang tidak ada orang berjualan nasi kucing. Mana mungkin ada bakul ber nai berjualan di tempat yang sunyi sepi seperti itu.

Ketika Triman dan ayahnya melewati terminal Jatingarang, Triman melihat sesuatu yang ganjil, yakni kerumunan orang sedang duduk di sebuah warung angkringan.

Triman bergidik bulu kuduknya melihat mereka karena bentuknya aneh-aneh. Mereka tampak santai sambil minum-minum dan makan camilan. Ada juga yang duduk di luar tenda karena ukuran badan mereka amat tidak lumrah. Wajahnya juga terlihat seram-seram.

Ada perwujudan makhluk dengan rambut panjang dan tinggi besar. Saat memperhatikan kerumunan itu, Triman memberi aba-aba dan langsung ngomong pada bapaknya. “Awas minggir Pak, ada yang berlari menuju ke tempat kita.”

Ayahnya heran, karena dia tak melihat apa pun di sekitar situ. Triman dianggap ayahnya sedang mengigau. Triman rupanya memiliki indra keenam yang diwarisi oleh simbahnya yang dulu menjadi sesepuh desa. Tetapi sang ayah menuruti permibtaan Triman.

Karenannya hingga kini, bila Triman diajak melewati tempat itu, selalu meminta ayahnya untuk tidak pada sore hari bersamaan tenggelamnya matahari. Sebab pasti akan menemui makhluk makhluk itu lagi. Dari sekian banyak makhluk di tempat itu, menurut Triman, yang paling jelek adalah genderuwo. Soalnya wujudnya berbeda sendiri dengan lainnya.

Pada siang hari terminal Jatingarang memang ramai orang karena banyak kegiatan, namun apabila datang malam tempat itu sunyi sepi, sehingga suasana seperti itu digunakan para lelembut untuk muncul dan wedangan. Rupanya mereka emoh pindah meski lingkungannya sudah diubah. (WA Sutanto/Jbo)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PEMKAB LUNCURKAN APLIKASI LAPOR BANTUL – Masyarakat Sampaikan Keluhan Lewat Android

BANTUL (MERAPI) - Masyarakat Bantul kini bisa menggunakan aplikasi Lapor Bantul untuk menyampaikan keluhan kepada Pemerintah Kabupaten. Aplikasi yang diprakarsai

Close