Pakaian Takwa, Selalu Ingat Allah

MERAPI-ALBES SARTONO Surjan, harus selalu ingat Allah.
MERAPI-ALBES SARTONO
Surjan, harus selalu ingat Allah.

DENGAN memakai pakaian Takwa manusia memakai pakaian yang paling indah yang disediakan Allah. Berdasarkan ayat di atas Sunan Kalijaga lalu mewujudkannya dalam bentuk model pakaian yang dapat dikenakan orang. Hal itu dimaksudkan Sunan Kalijaga agar orang yang mengenakannya akan selalu ingat kepada Allah sehingga menjadi manusia yang benar-benar takwa hidupnya sehari-hari. Apa yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga ini pada perjalanan sejarahnya kemudian digunakan sebagai bentuk pakaian khas Kerajaan Mataram.

Seperti diketahui, Kerajaan Mataram akhirnya dipecah menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Pembagian ini terjadi berdasarkan Perjanjian Giyanti (1755). Perjanjian Giyanti ini tidak hanya membagi wilayah Kerajaan Mataram menjadi dua buah wilayah, namun juga membagi segala warisan atau harta benda yang ada dalam kerajaan tersebut.

Pada perjanjian tersebut Pangeran Mangkubumi yang kelak bergelar Sultan Hamengku Buwana I (1755-1792) menanyakan perihal pakaian yang perlu juga diatur antara Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Hal itu disampaikan kepada Sunan Paku Buwana III (1749-1788). Dalam hal pakaian khas Pangeran Mangkubumi mengatakan bahwa Yogyakarta sudah siap. Sedangkan Sunan Paku Buwana III mengatakan belum siap. Oleh karena itu Pangeran Mangkubumi memperlihatkan rencana pakaian yang memang telah disiapkan. Ia juga mengatakan apabila Sunan Paku Buwana III menghendaki pakaian yang telah dibuatnya, maka Sunan Paku Buwana III dipersilakan mempergunakannya untuk Surakarta.

Akhirnya Sunan Paku Buwana III pun setuju usulan itu. Akan tetapi ia juga menanyakan kepada Pangeran Mangkubumi tentang pakaian seperti apa yang akan dikenakan oleh Yogyakarta. Pangeran Mangkubumi pun menjawab bahwa untuk Yogyakarta akan mengenakan pakaian yang pernah ada dan dipakai oleh Mataram sebelum Mataram terpecah menjadi dua. (Albes Sartono/Jbo)

 

Read previous post:
CERITA MISTERI – Kresna Marah Besar, Tiwikrama

ANAK muda satu ini pintar berolah seni pedalangan. Kedua tangannya sangat trampil memainkan wayang kulit koleksinya. Tidak keliru jika banyak

Close