SONOPAKIS, PESANGGRAHAN ELOK YANG RATA TANAH (2) – Situsnya Nyaris Tidak Tersisa

MERAPI-JB SANTOSO Situsnya tinggal tembok pembatas yang tebal dan berlumut
MERAPI-JB SANTOSO
Situsnya tinggal tembok pembatas yang tebal dan berlumut

Selama menjadi Putra Mahkota, Sri Sultan HB II sudah mulai membangun beberapa pesanggrahan, yaitu Pesanggrahan Rejowinangun, Purworejo, Pelem Sewu dan Reja Kusuma. Sebelum Sonopakis dibangun, raja yang juga dapat dibilang arsitek ini membangun Pesanggrahan Rejowinangun di Warungboto.

BERIKUT sedikit biografi Sri Sultan HB II. Tahun 1711 Jw (1785 M) Sri Sultan HB II telah memiliki gelar sebagai putra mahkota. Sejarah kehidupan <I>Raja Pembangun Pesanggrahan<P> ini cukup unik. Beliau memerintah Kraton Kasultanan Yogyakarta sebanyak tiga periode. Paling lama adalah pada periode pertama, yaitu memerintah selama 18 tahun (1792-1810), sedang pemerintahan periode kedua dan ketiga masing-masing hanya 1 dan 2 tahun.

Nama aslinya adalah Gusti Raden Mas (RM) Sundoro atau Mas Sundoro, putra kelima Sultan Hamengku Buwono I dari permaisuri Gusti Kangjeng Ratu Hageng.

Tepatnya dilahirkan pada 7 Maret 1750 saat ayahnya masih bernama Pangeran Mangkubumi dan melakukan pemberontakan terhadap Surakarta dan VOC. Ketika Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hemengku Buwono I mendapat pengakuan dalam perjanjian Giyanti tahun 1755, Mas Sundoro juga ikut diakui sebagai Adipati Anom. Tentu saja gelarnya adalah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom.

Pada masanya, Pesanggrahan Sonopakis tentu saja sangat indah dan nyaman untuk digunakan. Namun saat ini, bangunan tersebut sudah tidak tersisa karena menjadi kawasan yang padat penghuni. Sisa-sisa yang dapat dilihat hanya merupakan pagar keliling luar dan pagar keliling dalam, serta tiang yang kondisinya sudah tidak terawat dan nyaris tiada. Kerusakan ini bukan factor alam melainkan karena faktor manusia.

Dan, inilah ironisnya, pagar keliling situs Sonopakis ada yang digunakan sebagai dinding rumah, pagar rumah, atau dihancurkan sebagai sarana dan prasarana lalulintas berupa jalan. Demikian terungkap dari Monografi Pesanggrahan-pesanggrahan Kraton Yogyakarta yang diterbitkan BP3 Yogyakarta (2008).

Padahal Pada masa pemerintahan Sri Sultan HB ! dan HB II, pesanggrahan tidak hanya menjadi tempat rekreasi dan lokasi untuk menenagkan pikiran, melainkan juga sebagai tempat pertahanan dan beberapa kegiatan bersifat religius. (dari berbagai sumber)- (JB Santoso)

 

Read previous post:
Nanas Musuh Bebuyutan Sembelit

BUAH nanas kaya kandungan vitamin A dan C. Selain itu mengandung kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, enzim bromelain dan

Close