CERITA MSITERI – Jembatan Bisa Hilang Misterius


BELUM lama saya diajak Wiwid (bukan nama sebenarnya) sahabatku, dolan ke rumahnya di salah satu desa di Wonogiri. Saya memang belum pernah ke rumahnya, maka saya penuhi ajakannya itu. Kami berdua bermotor sendiri-sendiri.

Maunya saya terus pulang hari itu juga, tetapi Wiwid memintaku untuk menginap diajak menikmati akhir tahun di desa. Permintaan itu lalu saya penuhi. Senang juga menginap di rumahnya. Saya dijamu makan minum bak raja dan menginap gratis. Itulah yang sebenarnya yang membuat saya agak sungkan.

Siangnya aku diajak Wiwid berboncengan ke sebuah desa. Sebelum berangkat saya pamit kepada isteri Wiwid dan kedua anaknya. Sebab menurut Wiwid kami akan menginap di rumah temannya yang membuka usaha sebuah rumah makan.

Wiwid membawa kendaraannya tidak terlalu kencang. Saya senang jadinya karena bisa melihat pemandangan pedesaan yang masih asri alami. Hamparan sawah yang amat luas, di sana-sini terlihat para petani sedang giat bekerja.

Setelah sekian lama melaju, perut kami keroncongan. Tak urung segera mencari warung makan. Nah, kami segera masuk ke sebuah warung, karena di pedesaan, menunya pun amat sederhana. Yakni hanya nasi, sayur, lauk dan minuman. Tapi untuk ukuran pedesaan menu itu sudah dianggap lumayan. Dan kami pun merasa kenyang atas segala sajian itu. Setelah beristirahat sejenak kamu segera meneruskan perjalanan. Menjelang petang, kami berhenti di sebuah masjid dan nunut mandi di tempat ibadah itu.

Perjalanan kami teruskan, selama setengah jam kami sampai di sebuah tempat, jauh di depan saya terlihat sebuah jembantan. Saya yakin dan pasti bahwa itu adalah jembatan. “Di depan itu jembatan kan, Wid?” tanya saya kepada Wiwid. Pertanyaan saya diiyakan oleh Wiwid.

Tetapi anehnya, ketika kami mendekat, jembatan itu tidak ada. “Lho, jembatan itu tadi di mana, Wid?” tanya saya kepada Wiwid yang terlihat tenang-tenang saja.

“Sttt, tenang saja,” jawab Wiwid. Pandangan makin saya cermatkan, tetapi jembatan itu benar-benar tidak ada. Saya hanya melihat jalan setapak, namun dari permukaan tanah terlihat bahwa jalan itu dapat dilewati mobil dan motor.

Sekian lama berboncengan untuk menuju ke rumah teman Wiwid, pikiran saya masih diliputi misteri tentang jembatan yang tiba-tiba raib itu. Sementara Wiwid tidak bisa mengungkapan misteri itu. “Saya sering mengalami seperti itu, tetapi tak tahu penyebabnya sampai kini,” ujarnya. (Oei Tjong Hoo/Jbo)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
45 Bus Angkut Peserta Balik Gratis dari Terminal Giwangan

UMBULHARJO (MERAPI) - Sebanyak 45 bus eksekutif yang mengangkut ribuan peserta balik gratis dari Kementerian Perhubungan diberangkatkan dari Terminal Giwangan

Close