Mengendalikan Candu Media Sosial

Ilustrasi Mengendalikan Candu Media Sosial
Ilustrasi Mengendalikan Candu Media Sosial

PERKEMBANGAN teknologi bagai dua sisi mata uang. Bisa menguntungkan, sekaligus bisa merugikan. Bisa menolong dan bisa pula menjerumuskan. Serta bisa memudahkan atau bahkan di lain waktu menjadi sumber kesulitan. Tergantung bagaimana kedewasaan kita mengendalikan produk perkembangan teknologi itu, misalnya saja media sosial. Sebab jika tak dikendalikan, bisa-bisa media sosial disalahgunakan jadi sarana berbuat kriminal.

Bagi sebagian anak-anak atau remaja, perkembangan teknologi merupakan hiburan. Mereka tak perlu main bersama teman sepulang sekolah. Cukup buka telepon pintar dan mengakses media sosial, semua hiburan tersaji di situ. Saking asyiknya, banyak yang jadi kecanduan. Bahkan saking nyandunya, saat ulang tahun, sebagian dari mereka memilih hadiah paket internet daripada barang-barang yang menunjang kegiatan sekolah. Kini di era digital, paket internetlah sumber kebahagiaan mereka.

Ironisnya, banyak orangtua yang memanjakan anak dengan faslitas telepon pintar, meski belum cukup umur. Alasannya yang penting anak bahagia. Sayangnya, fasilitas itu tak diimbangi dengan pengawasan. Hasilnya pun di luar perkiraan. Anak bisa jadi korban kejahatan, atau bahkan jadi pelaku kejahatan hanya gara-gara kecanduan media sosial!.

Mungkin saat membelikan telepon pintar untuk anaknya, para orangtua tak menyangka akan dampak media sosial. Mereka baru sadar saat sang anak sudah jadi korban atau pelaku kejahatan yang bersumber dari media sosial. Serangkaian kejadian di tahun 2017 ini bisa jadi gambaran bagaimana dahsyatnya dampak media sosial jika tidak digunakan secara bijak. Misalnya saja bagi remaja putri. Di beberapa kasus, banyak remaja putri- rata-rata usia SMP- jadi korban kejahatan seksual oleh penjahat seks yang cari mangsa di media sosial. Awalnya mereka eksis di media sosial dengan rajin memasang foto diri. Namun mereka tak sadar jika eksistensi di media sosial itulah yang bakal menjerumuskan mereka. Melihat eksistensi remaja, para penjahat seks akan melempar rayuan agar bisa diajak pacaran. Karena jiwanya masih labil, sang remaja biasanya akan tersanjung jika dipuji setinggi langit. Akhirnya dia menerima rayuan sang penjahat dan mau diajak pacaran. Puncaknya, korban dicabuli bahkan sampai hamil dan ditinggal begitu saja oleh pelaku.

Dari laporan polisi, kejahatan semacam ini terjadi hampir merata di wilayah DIY selama tahun 2017.

Selain jadi korban, banyak pula remaja yang jadi pelaku kejahatan hanya gara-gara kecanduan media sosial. Misalnya saja menjadi pelaku pencabulan. Awalnya dia banyak mengakses bermacam video yang diposting di media sosial. Termasuk video porno. Karena belum cukup kedewasaan berpikir, dia pun mencari pelampiasan dan mencabuli anak-anak di sekitarnya. Kasus ini mengguncang Bantul di penghujung tahun 2017. Selain dua modus kejahatan itu, ada banyak penyalahgunaan media sosial yang dilakukan remaja hingga berujung pidana. Misalnya saja sebagai provokasi tawuran pelajar, jual-beli barang hasil curian hingga memasarkan narkoba.

Sebelum efeknya menjadi lebih dahsyat di waktu-waktu mendatang, para orangtua harus ekstra waspada. Sebisa mungkin penggunaan internet untuk anak-anak diawasi. Termasuk media sosial. Orangtua harus tahu akitivitas anaknya di media sosial, termasuk dengan siapa dia bergaul. Jika perlu, mengakses media sosial dibatasi, dan hanya digunakan untuk menunjang pendidikannya saja. Setelah cukup umur dan kedewasaan, barulah mereka dibebaskan mengakses media sosial. Polisi juga bisa berperan mencegah anak jadi korban kejahatan di dunia maya. Misalnya dengan sosialisasi berbagai tindak kejahatan yang berumber dari media sosial secara kontinyu serta rajin melakukan patroli di dunia maya. Masa depan anak harus jadi prioritas. Sebab, perkembangan teknologi memang tak bisa kita bendung. Namun efek negatifnya bisa dikendalikan dan diantisipasi sejak dini. (Herbangun P Aji)

Read previous post:
Ilustrasi Tak Punya Uang, Ibu Muda Bobol Kios
PELAKU 3 KALI MENCURI DI PASAR KOLOMBO – Tak Punya Uang, Ibu Muda Bobol Kios

DEPOK (MERAPI)- Demi mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga, seorang ibu muda, Ny HK (22) warga Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman nekat membobol sebuah

Close