Ngopi Bareng, Dorong Semangat Subuh Berjemaah

Ngopi Bareng Dorong Semangat Subuh Berjemaah
Ngopi Bareng Dorong Semangat Subuh Berjemaah

SALAT Subuh berjemaah menjadi salah satu aktivitas yang sulit dilakukan oleh sebagian umat muslim. Padahal, ada keutamaan dalam menjalankan Salat Subuh berjemaah. Berangkat dari hal inilah Takmir Masjid At Taubah mencoba membuat program untuk menarik minat masyarakat mendirikan Salat Subuh berjemaah.

Ketua Takmir Masjid At Taubah, Muhidin (semua nama disamarkan) sangat ingin agar warga bisa mendirikan Salat Subuh berjemaah. “Kita daya gunakan uang kas masjid kita untuk mendorong agar umat muslim menjadi pejuang Subuh,” kata Muhidin membuka perbincangan dengan pengurus takmir lainnya, usai Salat Isya.

Berbagai masukan bermunculan dalam rembug takmir tersebut. Salah satu yang menarik adalah program ngopi dan nyemil usai Salat Subuh. Setiap hari akan disediakan air panas, kopi, teh, dan gula untuk dikonsumsi gratis jemaah. Camilan juga disediakan, yakni makanan kecil yang biasa dijual di toko camilan.

“Tahap awal, kita pakai dana dari kas masjid. Toh uang ini dari jemaah, kita kembalikan ke jemaah dalam konteks syiar Islam,” usul Muhidin.

Muhidin melanjutkan, nanti akan ada kotak infak khusus yang diberi label ‘Pejuang Subuh’. “Nantinya, kalau sudah berjalan, uang untuk konsumsi Salat Subuh menggunakan dari dana khusus tersebut,” imbuhnya.

Program pun dimulai. Setelah belanja camilan, kopi, teh, dan gula, brosur berisi pengumuman terakit fasilitas tambahan usai Salat Subuh pun disebarkan. Pada tahap awal, program ini sukses mendatangkan 2 saf jemaah Salat Subuh. Banyak jemaah yang mengapresiasi program ini lantaran bermanfaat untuk meningkatkan ikatan silaturahmi antarjemaah.

“Ada yang dulu lama tidak bertegur sapa lantaran ada masalah. Eh, karena program ngopi dan ngeteh setelah Salat Subuh ini, hubungan silaturahmi pun tersambung kembali. Alhamdulillah,” kata Erwan, pengurus masjid lain, saat melaporkan kesuksesan program ini kepada Muhidin.

Rupanya setelah berjalan dua bulan, program ini bisa dijalankan tanpa menggunakan kas utama masjid. Uang bisa terkumpul dari kotak khusus ‘Pejuang Subuh’ dari jemaah sendiri. “Ini artinya jemaah merasakan manfaatnya. Saat ditotal dalam sebulan, sudah sisa lebih untuk belanja gula, teh, kopi, dan camilan,” kata Muhidin saat rapat evaluasi program.

Kini semakin banyak saja warga yang datang untuk mendirikan Salat Subuh berjemaah. Yang dulu hanya satu saf, kini pada bagian laki-laki terisi empat saf. Muhidin sangat bersyukur, program sederhana yang ia gagas ini manfaatnya sangat besar utamanya dalam peningkatan kesalehan kepada Allah SWT. (Oin)

Read previous post:
Anggota PP Dikeroyok, Lapor Polisi
Anggota PP Dikeroyok, Lapor Polisi

SEMARANG (MERAPI) - Yogy Ade Prasetyo (23), anggota Pemuda Pancasila (PP) menjadi korban  perampasan dan penganiayaan oleh sekelompok berandal, Rabu

Close