Sebelas PDP, Satu Orang Meninggal Dunia di Pati

Petugas menyiapkan makam korban covid19 desa Wedarijaksa. (Foto: Alwi Alaydrus)

PATI ( MERAPI ) – Jumlah korban meninggal dunia akibat Covid19 di Pati, bertambah lagi. Seorang laki-laki warga Rt 7/Rw 5 Desa Wedarijaksa meninggal dunia. Sehingga dalam sepekan ini, jumlah korban menjadi tiga, setelah sebelumnya dua orang warga desa Pagerharjo meninggal dunia secara berurutan.

“Untuk korban Pagerharjo memang terpapar Covid19. Namun untuk korban warga desa Wedarijaksa, belum positif. Karena hasil swab belum keluar” kata bupati H Haryanto, Selasa (14/7) sore.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, warga desa Wedarijaksa meninggal dunia di RSUD RAA Soewondo. Namun sebelumnya, korban sempat dirawat di RS Fastabiq karena mengalami diare, dan mengalami demam, serta sesak nafas.

Bupati Pati, H Haryanto usai melakukan monitoring BLT DD di Desa Kosekan Kecamatan Gabus mengingatkan kondisi New normal. Yakni tatanan pemerintahan dan kehidupan sehari-hari memakai aturan. “Kalau bepergian pakai masker, jaga jarak dan tidak ngumpul-ngumpul agar tidak terkontaminasi. Dalam Perbup 49/2020, ditulis bahwa masyarakat bepergian tidak pakai masker dan tertangkap tim penertiban maka akan ada sanksinya” ujarnya.

“Hari ini ada penambahan kasus yang semula 6 pasien positif, sekarang bertambah 5 lagi, pasien positif. Sehingga 11 kasus positif ini segera tertangani secara baik” tegas Bupati.

Akibat penyebaran virus corona di Pati yang kian mengganas, menjadikan 9 kecamatan ditetapkan sebagai zona merah.

Data situs Pati Tanggap COVID-19 Dinas Kesehatan, terpublish tercatat 48 ODP, 19 PDP, 12 OTG, dan 11 pasien positif corona dengan angka kematian 27 jiwa.

Kecamatan yang dikategorikan zona merah, terdiri Cluwak, Dukuhseti, Tayu, Margoyoso, Trangkil, Wedarijaksa, Pati, Margorejo dan kecamatan Sukolilo.

“Meluasnya penyebaran virus corona di Pati kemungkinan disebabkan interaksi lintas wilayah yang dilakukan warga. Kebetulan sekali, Pati dikepung daerah tetangga yang mengalami eskalasi naik, kasus virus korona” kata sekda Pati, H Ir Suharyono MM.

Pada bulan sebelumnya, Pati bertahan dengan kurva penyebaran virus corona yang relatif landai dibandingkan dengan kabupaten di sekitarnya. Pati mampu menekan penyebaran COVID-19 dengan jumlah pasien positif hanya 2 atau 3 orang. (Cuk)

Read previous post:
Cegah Penularan Virus Corona, 73 Ponpes Dapat Bantuan

TEMANGGUNG (MERAPI) - Sebanyak 73 pondok pesantren di Kabupaten Temanggung mendapat bantuan peralatan dan cairan disinfektan untuk mencegah penularan virus

Close