Yakin Pandemi Terkendali, Bupati Karanganyar Gelar Salat Id di Alun-alun Kota

Bupati Karanganyar Juliyatmono (Foto:Abdul Alim)
Bupati Karanganyar Juliyatmono (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Setelah melonggarkan akses perekonomian, Pemkab Karanganyar membuka kesempatan pelaksanaan salat Idul Fitri berjamaah di alun-alun kota. Bupati Karanganyar Juliyatmono bakal menjadi khatib sekaligus imamnya.
Orang nomor satu di Pemkab Karanganyar ini memiliki pertimbangan pelaksanaan ibadah yang dipastikan diikuti ribuan umat Islam dari Bumi Intanpari itu.

“Pertimbangannya sederhana (mengizinkan salat id di luar rumah). Yang mendasar persoalan covid-19 terkendali. Terkendalinya seperti apa, lokus sudah kita ketahui dan cukup lama posisi stagnan mengalami pelambatan dan menurun. Kan tidak ada yang baru (kasus corona), semua ada di rumah sakit dan tinggal menuggu hasil swab,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (20/5).

Ia menyebut para pasien corona telah teridentifikasi dan tertangani. Berikut orang-orang beriwayat kontak dengannya. Misalnya eks peserta Ijtima Ulama di Gowa Sulsel asal Karanganyar. Berkat perawatan intensif, sebagian diantaranya sudah sembuh.
Terkait salat id, ia tak lagi melarang pelaksanaan di tanah lapang, masjid maupun musala. Padahal sebelumnya hal itu tidak dianjurkan demi mencegah meluasnya wabah Covid-19. Meski begitu, bagi mereka yang melaksanakan salat id di tanah lapang, masjid maupun musala wajib memperhatikan pula kebersihan pribadi. Seperti membawa sajadah dan mukena sendiri, tidak berlama-lama berkumpul usai salat dan menghindari kontak fisik seperti bersalaman, berpelukan dan sebagainya. Juliyatmono yang akan menjadi khatib salat id di alun-alun mendatang juga siap tidak berlama-lama menyampaikan tausiah.

“Tetap perhatikan protokol covid-19. Pakai masker, jarak diatur, khutbah dipersingkat dan tidak perlu bersalaman,” terangnya.
Selain itu, ia menganjurkan masyarakat menunda anjang sana dan anjang sini khas lebaran.
Terkait pengawasan penerapan protokol covid-19 saat Salat Idul Fitri, menurut Yuli sapaannya, masyarakat sudah tertib dan tidak perlu dirazia Satpol PP.
“Masyarakat kita pintar. Sepanjang mereka tetap pakai masker, bawa sajadah sendiri, shof diatur dan tidak bersentuhan. Saya rasa aman-aman saja,” ujarnya.
Ia memiliki data lokasi mana saja dilaksanakan salat id. Di lokasi itu, petugas Satpol PP akan disiagakan saat pelaksanaan. Termasuk di Alun-alun Kabupaten Karanganyar. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Karanganyar itu bahkan juga akan menjadi khotib Salat Idul Fitri.
Ia juga memastikan tidak ada tradisi open house di rumah dinasnya, tanpa halal bihalal dan pertemuan sejenisnya.

Dirut PUDAM Tirta Lawu Karanganyar Prihanto mengatakan akan menyiapkan dua tangki air untuk berwudhu para jemaah salat id di alun-alun. Masing-masing tangki berkapasitas 4 ribu liter.

“Air wudhu disiapkan di alun-alun. Juga sarana cuci tangan pakai sabun. Dua tangki cukup untuk wudhu 1.000 lebih jamaah salat,” katanya. (Lim)

Read previous post:
Kelimakalinya, Pemkab Sukoharjo Berhasil Raih Opini WTP

SUKOHARJO (MERAPI) - Pemkab Sukoharjo untuk kali kelima berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Close