• Rabu, 29 Juni 2022

Kenali Penyakit Hepatitis, Ada yang Bisa Sembuh Sendiri hingga Menjadi Kanker Hati

- Kamis, 12 Mei 2022 | 19:50 WIB
epala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Harimat Hendarwan memberikan paparan dalam Sapa Media BRIN secara virtual dengan tema Mengenal Lebih Jauh Hepatitis Akut di Jakarta, Kamis (12/5/2022).  (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)
epala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Harimat Hendarwan memberikan paparan dalam Sapa Media BRIN secara virtual dengan tema Mengenal Lebih Jauh Hepatitis Akut di Jakarta, Kamis (12/5/2022). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Penyakit hepatitis memiliki kondisi yang bervariasi mulai dari dapat sembuh sendiri hingga menjadi kanker hati.

Hal itu dikatakan Kepala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Harimat Hendarwan mengatakan dalam Sapa Media BRIN secara virtual dengan tema Mengenal Lebih Jauh Hepatitis Akut di Jakarta, Kamis (12/5/2022).

"Kondisi ini bervariasi, dapat sembuh sendiri (self-limiting) atau menjadi fibrosis (scarring), sirosis atau kanker hati,” kata Harimat.

Baca Juga: Babak Final Liga Futsal Nusantara DIY Digelar 20-21 Mei di GOR Among Raga Jogja

Harimat menuturkan hepatitis adalah bentuk peradangan pada hati sebagai organ vital di dalam tubuh manusia yang antara lain berfungsi untuk memproses nutrisi, menyaring darah, detoksifikasi dan sintesa protein.

Ketika hati mengalami peradangan atau kerusakan maka fungsi hati tersebut dapat terganggu.

Terdapat lima jenis virus hepatitis utama yang dikenal sebagai tipe A, B, C, D dan E. Kelima jenis virus tersebut mendapat perhatian yang besar karena berpengaruh terhadap beban penyakit dan kematian, serta potensinya untuk menjadi wabah dan penyebaran epidemi.

Baca Juga: Kejadian Horor Pendaki Gunung Slamet Hanya Bermodal Nekat, Diganggu Manusia Kerdil

Bentuk umum dari penularan penyakit tersebut dapat melalui transfusi darah atau menerima darah/produk darah yang terkontaminasi, tindakan medis invasif menggunakan peralatan yang telah terkontaminasi, dan transmisi hepatitis B dari ibu pada bayi saat persalinan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips untuk Mencegah dan Mengobati Kutil Kelamin

Rabu, 15 Juni 2022 | 19:40 WIB

Kanker Darah, Inilah Gejala pada Umumnya

Rabu, 8 Juni 2022 | 21:10 WIB
X