• Senin, 23 Mei 2022

Sejarah Teknik Pembiusan Saat Operasi Bermula dari Arab, Ilmuwan: Mereka Jauh Lebih Maju di Bidang Kedokteran

- Sabtu, 25 Desember 2021 | 11:30 WIB
 Ilustrasi Operasi medis. (Foto: Picbay)
Ilustrasi Operasi medis. (Foto: Picbay)

Harianmerapi.com - Teknik pembiusan atau anestesi sangat diperlukan untuk sebuah operasi. Pembiusan membuat pasien tidak merasakan sakit ketika berjalannya tindakan oleh tim medis. Teknik pembiusan ini sudah dikenal sejak zaman dahulu.

Dahulu orang-orang Eropa seperti Yahudi, Yunani dan Romawi jika melakukan operasi pada orang sakit dengan membuat mabuk.

Bahkan ada yang mengharamkan untuk tindakan operasi pada orang sakit. Mereka hanya menunggu kesembuhan dengan melakukan ritual keagamaan yang dipimpin pemuka agama.

Seorang ilmuwan Jerman, Dr. Zigrid Hunke dalam 'Matahari Allah Ada di Barat' mengatakan bangsa Arab memiliki andil besar di dunia medis.
Di antara sesuatu yang masih orisinal dan memiliki keutamaan besar bagi kemanusiaan adalah cara orang Arab dalam melakukan teknik pembiusan.

Baca Juga: Kepala Bayi Jadi Sarang Semut, Obat Pegal-pegal Dimakan Ayam dan Motor Dicari-cari Ternyata Diparkir di Rumah

Orang-orang Yahudi, Yunani dan Romawi dengan membuat mabuk orang yang sakit sedangkan bangsa Arab hanya menghilangkan rasa sakit saja. Teknik pembiusan ini mempermudah melakukan operasi karena orang yang sakit tidak merasakan sakitnya, yaitu dengan melakukan pembiusan secara menyeluruh kepada badan.

Pendapat Dr. Zigrid Hunke itu ditulis Muhammad Gharib Gaudah dalam buku 147 Ilmuwan Terkemuka dalam Sejarah Islam yang diterjemahkan Muhyiddin Mas Rida dan diterbitkan Pustaka Al Kautsar.

Adapun teknik pembiusan yaitu dengan meletakkan obat bius pada kapas, lalu diletakkan pada hidung orang yang akan dioperasi. Aromanya akan tercium, lalu pasien tertidur sehingga tidak merasakan sakit ketika dioperasi.

Baca Juga: Sultan : Pemda DIY Akan Siapkan Rumah Sakit Berserta Oksigen dan Obat-obatan untuk Hadapi Nataru

Obat bius ini diracik dari campuran herbal, avion, dan tare, lalu dikeringkan di bawah matahari. Operasi yang dilakukan berbagai macam, seperti operasi usus, sembelit, kandung kemih dan saluran kencing, mengeluarkan batu kerikil dari kandung kemih dan saluran kencing, demikian juga dengan operasi usus besar.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X