• Senin, 6 Desember 2021

Hati-hati dengan Kanker Kepala dan Leher, Ini Gejala dan Pengobatannya

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:26 WIB
Ilustrasi kanker kepala dan leher  (ANTARA/Shutterstock/Steph Photographies )
Ilustrasi kanker kepala dan leher (ANTARA/Shutterstock/Steph Photographies )

harianmerapi.com - Kewaspadaan terhadap penyakit harus senantiasa ditingkatkan pada diri masing-masing. Termasuk kemungkinan adanya kanker kepala leher yang bisa saja tak diketahui.

Kanker kepala dan leher merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sejumlah tumor ganas yang berkembang di dalam atau di sekitar tenggorokan, laring (kotak suara), hidung, amandel, sinus, dan mulut.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik, dr. Rismauli Doloksaribu, Sp.PD-KHOM, FINASIM, ​​​​​kanker kepala leher yang bersifat ganas, dampaknya dapat mengubah bentuk wajah secara fisik, baik karena perkembangan kankernya sendiri maupun akibat tindakan pengobatan.

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 38: Anak Tiri Disia-siakan Justru Menjadi Tempaan

"Pasien akan mendapatkan keluhan berupa gangguan menelan, makan, bahkan gangguan berbicara. Oleh sebab itu masyarakat perlu mewaspadai penyebab kanker kepala dan leher agar terhindar dari penyakit yang mematikan ini," ujar dr. Rismauli dikutip siaran pers Yayasan Kanker Indonesia pada Selasa (19/10/2021).

Kanker leher dan kepala biasanya ditemukan pada mereka yang berusia di atas 50 tahun, dan dua kali lebih banyak ditemukan pada pria. Adapun faktor risiko terbesar adalah kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.

Seseorang yang memiliki kebiasaan merokok dan minum minuman keras secara bersamaan memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kanker kepala leher. Selain itu, orang yang terinfeksi oleh human papillomavirus (HPV) atau infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, juga dapat berakibat pada kanker kepala dan leher.

Baca Juga: Sosiolog UGM: Sebagian Pekerja Pinjol Ilegal adalah Korban Ketidaktahuan

Faktor risiko lainnya meliputi paparan matahari yang berkepanjangan, virus Epstein-Barr, virus Human Immunodefeciency Virus (HIV), kurang menjaga kebersihan mulut dan gigi, inhalasia zat-zat toksik di lingkungan/ pekerjaan, dan malnutrisi.

Tanda dan gejala

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Minum Kopi Tanpa Gula, Merontokkan Lemak dalam Tubuh

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:22 WIB

Ini Beberapa Opsi Terapi Kanker Paru Menurut Spesialis

Jumat, 26 November 2021 | 20:50 WIB

Ini Bahaya Pancaran Sinar Biru Bagi Kulit Manusia

Sabtu, 20 November 2021 | 16:45 WIB

Asam Lambung Naik, Kenali Penyebabnya

Jumat, 19 November 2021 | 11:15 WIB
X