• Sabtu, 4 Desember 2021

Perdami : Gangguan Penglihatan dan Kebutaan di Indonesia Akan Meningkat Saat Pandemi

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:29 WIB
Tangkapan layar Ketua Umum Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Muhammad Sidik dalam Konferensi Pers Hari Penglihatan Sedunia Tahun 2021 yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (12/11/2021).  (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
Tangkapan layar Ketua Umum Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Muhammad Sidik dalam Konferensi Pers Hari Penglihatan Sedunia Tahun 2021 yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (12/11/2021). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

JAKARTA, harianmerapi.com - Ketua Umum Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), Muhammad Sidik memprediksi gangguan penglihatan dan kebutaan yang dialami oleh masyarakat Indonesia akan meningkat saat pandemi Covid-19.

“Banyak kegiatan yang terbatas, terhambat akibat adanya pandemi Covid-19. Angka kebutaan kalau diprediksi akan meningkat karena adanya hambatan dalam pemeriksaan gangguan penglihatan pada masyarakat,” kata Sidik dalam Konferensi Pers Hari Penglihatan Sedunia 2021 yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (12/10/2021).

Sidik menjelaskan, selain terbatasnya akses layanan kesehatan selama pandemi Covid-19, adanya aturan yang membuat masyarakat harus bekerja dan belajar dari rumah juga menjadi penyebab pasien tidak dapat mendapatkan penanganan yang layak dari tenaga kesehatan.

Baca Juga: Kemenkumham Dorong Reformasi Hukum Lewat UU No 5 Tahun 2019

Meningkatnya angka tersebut juga disebabkan adanya permasalahan baru, seperti gangguan penglihatan yang berhubungan dengan kelelahan, gangguan refraksi yang tidak tampak dan munculnya penyakit lain dari degeneratif akibat bertambahnya umur harapan hidup masyarakat.

“Sekarang gangguan penglihatan tidak hanya katarak dan refreksi, tapi juga gangguan penglihatan yang berhubungan dengan penyakit degeneratif karena panjangnya usia harapan hidup,” ujar dia.

Sebelum pandemi Covid-19, lanjutnya, penyakit yang muncul akibat degeneratif (perubahan sel-sel tubuh yang mempengaruhi fungsi organ secara menyeluruh), seperti diabetes melitus (kencing manis) atau penyakit pada retina mata tidak banyak muncul.

Baca Juga: Potensi Pasar Game Capai Rp 24 Triliun, Luhut Minta Dikembangkan

Namun, setelah pandemi penyakit seperti glaukoma (kerusakan syaraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata) banyak menjadi penyebab terjadinya angka kebutaan di Indonesia.

Terjadinya peningkatan pada masyarakat yang terkena gangguan penglihatan atau kebutaan, kata dia, dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan dan berpotensi menyebabkan terjadinya economic loss (kerugian ekonomi).

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Minum Kopi Tanpa Gula, Merontokkan Lemak dalam Tubuh

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:22 WIB

Ini Beberapa Opsi Terapi Kanker Paru Menurut Spesialis

Jumat, 26 November 2021 | 20:50 WIB

Ini Bahaya Pancaran Sinar Biru Bagi Kulit Manusia

Sabtu, 20 November 2021 | 16:45 WIB

Asam Lambung Naik, Kenali Penyebabnya

Jumat, 19 November 2021 | 11:15 WIB
X