• Senin, 24 Januari 2022

Perlu Diwaspadai, Kata Dokter Wanita Lebih Berisiko Terkena Osteoporosis

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 12:50 WIB
Ilustrasi osteoporosis (ANTARA/Shutterstock/Koto Amatsukami)
Ilustrasi osteoporosis (ANTARA/Shutterstock/Koto Amatsukami)

JAKARTA, harianmerapi.com - Kaum wanita perlu lebih waspada soal osteoporosis. Sebagaimana dikatakkan dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan reumatologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Faisal Parlindungan, Sp.PD-KR, yang mengatakan wanita ternyata memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena osteoporosis dibanding pria.

"Ada faktor risiko yang tidak bisa diubah, misalnya jenis kelamin. Wanita lebih gampang terkena osteoporosis," jelas dr. Faisal dalam talkshow virtual, Sabtu (9/10/2021).

Lebih jauh dr. Faisal mengatakan, hal tersebut disebabkan perbedaan hormon antara wanita dan pria. Pada wanita, ada hormon estrogen yang berfungsi untuk mencegah keropos tulang.

Baca Juga: Misteri Gundul Pringis Gentayangan di Kali Tempukan

Namun, lanjutnya, seiring bertambahnya usia, wanita akan mengalami menopause di mana indung telur atau ovarium tidak lagi memproduksi sel telur dan hormon estrogen.

"Sehingga wanita yang sudah menopause sangat mungkin untuk mengalami pengeroposan tulang," ujar dr. Faisal.

Selain karena hormon, risiko osteoporosis yang lebih tinggi pada wanita juga disebabkan struktur tulang yang 30 persen lebih sedikit dibanding pria.

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 15: Ditinggal Ibu Selama-lamanya

dr. Faisal juga mengatakan, faktor risiko osteoporosis lainnya yang tidak bisa diubah adalah riwayat osteoporosis dalam keluarga. Dia juga menyebut orang Asia lebih mudah terkena penyakit tersebut.

"Jadi orang Asia lebih mudah kena daripada bule. Itu berdasarkan kondisi yang diamati pada populasi, ada penelitiannya," imbuhnya.

Adapun faktor risiko osteoporosis yang bisa diubah, kata dr. Faisal, adalah gaya hidup termasuk asupan gizi dan penyakit yang diderita seperti gula, ginjal, autoimun, dan penyakit jantung.

Baca Juga: Saparan Merti Dusun Krandegan 1: Asal Usul Nama Krandegan dari Eyang Dipodrono

Osteoporosis, kata dr. Faisal, termasuk silent disease karena sering kali tidak memiliki gejala sampai patah tulang pertama terjadi. Sehingga, bagi wanita berusia di atas 65 tahun dan pria di atas 70 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan dengan penapisan atau Bone Mineral Density (BMD) untuk mengevaluasi kepadatan massa tulang.

"Yang lebih muda juga boleh dilakukan penapisan jika memiliki kondisi yang menyebabkan peningkatan risiko kehilangan massa tulang," katanya.

dr. Faisal juga mengingatkan untuk selalu memperhatikan asupan gizi dalam tubuh seperti kalsium dan vitamin D untuk menjaga kepadatan tulang.

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 30: Hidup Berkecukupan Namun Tak Suka Bermewah-mewah

"Kalsium tidak akan langsung masuk ke tulang, harus diserap dulu. Nah, vitamin D akan membantu penyerapan kalsium," ujarnya. *

 

Halaman:
1
2

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diet Aman dan Sehat, Begini Tips dari Ahli Gizi UGM

Kamis, 13 Januari 2022 | 07:22 WIB
X