• Senin, 24 Januari 2022

Badan POM Lestarikan Jamu Nusantara, Terdapat 32.013 Ramuan Pengobatan Tradisional

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 12:15 WIB
Ibu-ibu PKK di Temanggung Jawa Tengah mendapat pelatihan meramu minuman trasidional, sebagai bagian dari pelestarian jamu nusantara. (Zaini Arrosyid)
Ibu-ibu PKK di Temanggung Jawa Tengah mendapat pelatihan meramu minuman trasidional, sebagai bagian dari pelestarian jamu nusantara. (Zaini Arrosyid)

JAKARTA, harianmerapi.com – Badan POM terus lestarikan jamu nusantara melalui pembinaan dan pendampingan pada UMKM dalam perizinan produk demi pemenuhan regulasi dan jaminan keamanan, khasiat, dan mutu produknya.

" Pencatatan ramuan etnomedisin juga dilakukan karena merupakan hal penting yang harus dilakukan sebagai data bukti Keamanan Jamu Nusantara secara empiris," kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Reri Indriani sebagaimana dilansir pom.go.id.

BPOM menggelar 'Webinar Mengenal Jamu Nusantara: Eksplorasi Obat Tradisional Berbahan Alam Indonesia,' beberapa waktu lalu sebagai langkah untuk pelestarian jamu nusantara.

Baca Juga: Ayam Kampung Jadi Sumber Pangan Menyehatkan

Dia mengatakan Indonesia terkenal akan kekayaan tanaman obat dan ramuan jamu dari berbagai suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan data Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (RISTOJA) oleh Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2012, 2015, dan 2017, terdapat 32.013 ramuan pengobatan tradisional dan 2.848 spesies tumbuhan yang telah teridentifikasi sebagai tumbuhan bahan obat tradisional.

" Hal inilah yang kemudian membuat Indonesia memiliki banyak ciri khas kearifan lokal yang berbeda antar daerah," kata dia.

Baca Juga: Seleksi Guru PPPK, Nadiem Sebut Panselnas Berikan Afirmasi Tambahan

Menurutnya jamu selaku kearifan lokal serta cerminan budaya bangsa Indonesia merupakan warisan yang bernilai tinggi, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan.

Di samping itu, jamu merupakan salah satu bentuk transformasi nilai tambah rempah, yang dapat meningkatkan derajat kesehatan penggunanya serta berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Penggunaan bahan kearifan lokal yaitu jamu, harus dilengkapi dengan data penggunaan empiris mengingat jamu merupakan warisan leluhur bangsa yang telah dimanfaatkan secara turun temurun untuk pengobatan dan pemeliharaan kesehatan.

Baca Juga: Libur Maulid Nabi 2021 Tanggal 19 Atau 20 Oktober? Ini Penjelasannya

Dikatakan terbatasnya dokumentasi pengobatan empiris Indonesia dari berbagai suku menyebabkan kendala dalam pembuktian jamu secara empiris.

" Data penggunaan empiris ini merupakan dasar pembuktian keamanan dan kemanfaatan penggunaan ramuan Jamu secara turun-temurun di Indonesia," kata dia.

Disampaikan dokumentasi ramuan etnomedisin merupakan hal penting yang harus dilakukan sebagai data bukti Keamanan Jamu Nusantara secara empiris.

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 13: Sakit Memikirkan Anak Tunggal yang Dimadu

“Oleh karena itu, perlu pendampingan dalam pengembangan produk dan penelusuran data penggunaan empiris melalui kegiatan Sarasehan Jamu Nusantara," kata dia.

Tantangan lain dalam pengembangan bahan kearifan lokal, disampaikannya yakni keterbatasan pengetahuan pelaku usaha yang sebagian besar adalah usaha skala rumah tangga dan Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) yaitu dalam hal perizinan baik sarana maupun produk, termasuk dalam ketersediaan sumber daya manusia dan modal.

Untuk itu, lanjutnya Badan POM melakukan pembinaan dan pendampingan pada UMKM dalam perizinan produk demi pemenuhan regulasi dan jaminan keamanan, khasiat, dan mutu produknya.

Baca Juga: Bansos PKH Tahap 4 Segera Cair, Cermati Kriteria Penerima Bantuan Kemensos Ini

Pemberdayaan UMKM, terangnya dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian nasional karena UMKM berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak dibanding entitas bisnis lainnya.

Di sisi lain, kata dia, aspek positif tren “back to nature” pada kondisi pandemi COVID-19 saat ini telah menyebabkan lonjakan permintaan masyarakat terhadap jamu.

Dengan melihat kecenderungan peningkatan permintaan yang terjadi di seluruh dunia, maka jamu sangat berpotensi menjadi komoditas andalan ekspor.

Baca Juga: Adele Bahas Album Keempat '30' Tentang Perubahan Hidupnya dan Surat untuk Sang Anak

“Dari perspektif permintaan (demand), kebanggaan mengonsumsi Jamu Nusantara perlu menjadi tren dan budaya di masyarakat, termasuk generasi milenial, yang harus konsisten dibangun," kata dia.

Oleh karena itu, dia menyarankan pemahaman dan pengenalan jamu nusantara, yaitu sediaan jamu yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, kepada masyarakat perlu secara ekspansif disampaikan kepada masyarakat.

Halaman:
1
2
3

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Terkini

Diet Aman dan Sehat, Begini Tips dari Ahli Gizi UGM

Kamis, 13 Januari 2022 | 07:22 WIB
X