Konsumsi Kapsul Kunir Putih, Dari Positif Covid Jadi Negatif

MERAPI-SULISTYANTO
Prof Dwi dan suaminya menunjukkan rimpang kunir putih.

Sugeng siang Prof….Alhamdulillah, baru minum kunyit putih mangga dan temulawak dua hari, sudah negatif swab PCR saya, Prof…Luarbiasa!

TESTIMONI pengguna kunir putih sangat beragam. Bahkan ada dokter asal Surabaya dinyatakan positif terkena Covid-19 dan sudah 45 hari masih positif, lalu mengonsumsi kapsul kunir putih, akhirnya menjadi negatif. Selanjutnya memberi kabar lewat WA dengan cuplikan seperti di atas kepada Prof Dr Ir Hj Dwiyati Pujimulyani MP, sebagai pemilik CV Windra Mekar.

Menurut Prof Dwiyati, kesaksian lain bisa negatif dari Covid-19 tak hanya itu, misalnya ada pula tenaga kerja kesehatan dua bulan positif Covid, lalu minum kunir putih dan temulawak selama tujuh hari menjadi negatif, sehat dan bekerja di kantor lagi. Prof Dwi pun merasa senang dan bersyukur jika para pengguna kunir putih (produk penerapan hasil penelitiannya) bisa cocok dan lebih sehat.

“Sampai saat ini saya terus mengembangkan manfaat kunir putih dengan menelitinya tanpa henti. Pengembangan produk penerapan hasil penelitian berupa kapsul kunir putih bertujuan untuk pengabdian kepada masyarakat, karena saya tidak mengurus kenaikan pangkat lagi, sebab sudah golongan IV e,” jelas Prof Dwi, Senin (17/5).

Sedangkan produk utama dari CV Windra Mekar, sebutnya, adalah ESEM yaitu beberapa minuman rempah alami berupa bubuk instan siap seduh dengan nomor PIRT 5133402012351-25. Semua produk termasuk kapsul kunir putih berusaha dibanderol dengan harga terjangkau segenap lapisan masyarakat. Sebagian bahan baku seperti kunir putih banyak ditanam di sendiri seperti di lahan dekat rumahnya kawasan Plawonan Argomulyo Sedayu Bantul.

Staf pengajar Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang sekarang menjabat Kaprodi THP dengan akreditasi A yang juga alumni SMAN 1 Teladan Yogyakarta ini mengungkapkan, testimoni lain yang dikirim lewat WA terkait kunir putih, sebagian di antaranya discreenshot dan dicantumkan dalam buku autobiografi karyanya yang berjudul ‘Penggembala Itik Menjadi Profesor’.

Adapun testimoni lain, misalnya vertigo tak kambuh lagi, radang servik membaik, maag kronis membaik, benjolan payudara mengecil, siklus haid jadi normal, diabetes/asam urat normal, maag tak kambuh lagi, kanker paru membaik, badan fit dan tak mudah lelah.
“Secara umum kunir putih mampu membantu mencegah dan mengobati gangguan kesehatan terkait kanker, peradangan dan penyakit yang berhubungan dengan lemak,” terangnya.

Bahkan untuk lebih jelas tentang manfaat kunir putih termasuk soal budidaya tanaman kunir putih dapat menghubungi nomor HP 081328776036. Ketika datang langsung ke tempat tinggal Prof Dwi, suaminya yang bernama Dr H Sulastriyono SH MSi atau akrab disapa Pak Jendro yang menjadi dosen di Fakultas Hukum UGM siap juga membantu memberi penjelasan, sebab sudah lama mendampingi Prof Dwi termasuk dalam budi daya dan pembuatan produk berbahan kunir putih.

“Saya selalu berusaha bisa membantu, mendukung dan menyemangati apa saja yang dikerjakan istri saya.Seperti soal pembuatan ESEM maupun pengembangan produk kunir putih sampai menulis buku, semoga bisa memberi banyak manfaat bagi masyarakat luas,” papar Pak Jendro. (Yan)

Read previous post:
Pentas Indonesia Raya Bergema Disiarkan Melalui Streaming

YOGYA (MERAPI)- Pencanangan gerakan serentak Indonesia Raya Bergema oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari

Close