Lawan Gatal-gatal Dengan Bekicot

MAYORITAS warga sudah mengenal satwa jenis bekicot. Satwa ini sering ditemukan di semak belukar ataupun senang menempel pada aneka tanaman terlebih yang berdaun rimbun. Tak jaran pula, pemilik ternak itik atau bebek, bahkan ikan lele sering mencari bekicot, sebab diyakini termasuk hewan yang mempunyai gizi/protein tinggi yang bisa mendukung pertumbuhan ataupun kesehatan lele maupun itik. Selain itu itik yang biasa diberi pakan tambahan daging bekicot diyakini tingkat produksi telur itik semakin tinggi dan kualitas telurnya semakin bagus.

Sedangkan manfaat kesehatan bekicot bagi manusia, misalnya dapat diolah menjadi sate bekicot. Dengan menerapkan beberapa kiat penting, olahan bekicot akan mempunyai cita rasa serta tekstur khas. Selain dikonsumsi sendiri, bahkan ada pula pemburu serta pengolah bekicot sering menitipkan sate bekicot misalnya di warung-warung angkringan maupun warung penyedia olahan daging satwa. Tampilan serta citarasanya bahkan mirip dengan sate keong.

Sebagian konsumen atau yang biasa mengkonsumsi sate bekicot, antara lain meyakini jika asupan ini dapat membantu mencegah dn melawan gatal-gatal. Ada pula yang menggunakan untuk terapi keluhan kesehatan pada saluran pernafasan seperti sesak nafas atau asma. Adapun beberapa langkah penting dalam membuat olahan sate bekicot, yakni bekicot-bekicot direbus sampai masak agar mudah memisahkan antara daging dan cangkangnya. Setelah daging terpisah dari cangkang lalu diiris menjadi potongan kecil – kecil. Setelah itu potongan daging bekicot ditusuk dengan sujen ataupun cukup membeli tusuk-tusuk sate di pasar.

Sedangkan beberapa jenis rempah atau bumbu-bumbu alami yang digunakan, antara lain bawang merah, kacang goreng, cabe, jeruk pecel dan kecap manis. Sate bekicot sebaiknya dibakar dengan menggunakan bahan bakar arang kayu, sehingga akan berpengaruh pada cita rasa khas atau terasa lebih enak.

Beberapa khasiat kesehatan lain dari bekicot, antara lain bisa membantu melawan sakit paru-paru termasuk TBC. Resep sederhananya, yakni bagian cangkang bekicot dicuci di air mengalir seperti air kran hingga bersih. Setelah itu, dipotong bagian ujung cangkannya yang berbentuk lancip. Tidak perlu terlalu panjang, cukup kira-kira kisaran setengah sentimeter. Lendir di dalam cangkang berwarna bening diambil dan ditampung dalam sebuah wadah atau cukup sendok. Lendir itulah yang dijadikan obat, baik diminum langsung ataupun ditambah sedikit madu. Rutin diminum tiga kali dalam seminggu. Lendir itu pun dipercaya mampu meredam sakit gigi. Caranya, lendir diteteskan pada kapas lalu disumbatkan pada bagian gigi berlubang dan sakit. Dapat juga digunakan layaknya salep atau obat gosok untuk melawan gatal-gatal dari luar badan. Sedangkan yang wujud sate daging bekicot untuk melawan dari dalam tubuh. (Yan)


 

Read previous post:
Perahu Tenggelam di Waduk Kedung Ombo Boyolali, 9 Wisatawan Belum Ditemukan

BOYOLALI (MERAPI) - Kecelakaan air terjadi di Waduk Kedung Ombo, Dukuh Bulu Desa Wonoharjo Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah,

Close