Bandotan Usir Eksim dan Bisul

TANAMAN berkhasiat obat dengan nama bandotan sering disebut juga babadotan. Tanaman ini senang tumbuh liar di tempat terbuka dan mendapatkan sinar matahari langsung. Meski dianggap gulma, namun bandotan mempunyai beberapa khasiat kesehatan, sehingga layak pula dikelompokkan sebagai gulma berkhasiat obat alami.

Sebagai contoh dapat membantu mengusir gangguan  kesehatan pada kulit seperti  eksim, bisul dan koreng.  Bagian tanaman bandotan yang dimanfaatkan, yaitu daun-daun,  batang serta seluruh bagian tanaman.  Jika digunakan untuk menyingkirkan eksim dan bisul membutuhkan daun dan batang bandotan secukupnya. Bahan ini dicuci bersih menggunakan air mengalir,  lalu ditumbuk  sampai halus. Hasil tumbukan ditempelkan pada bagian yang sakit dan dibalut perban.  Cara ini dilakukan dua kali sehari sampai sembuh.

 Cara atau resep tersebut  juga dapat untuk membantu mengatasi luka berdarah.  Resep lain yang bisa diterapkan untuk pemakaian luar,  yaitu setelah ditumbuk sampai halus lalu diberi campuran minyak sayur secukupnya  dan diaduk sampai rata. Selanjutnya dibubuhkan pada luka yang masih baru seperti bisul, eksim maupun penyakit kulit lain seperti kusta dan lepra.

Lain halnya jika untuk membantu menyembuhkan radang telinga,  yakni membutuhkan daun dan batang bandotan secukupnya. Bahan alami ini dicuci bersih lalu ditumbuk halus dan diperas. Air perasan diteteskan pada telinga yang sakit. Tak kalah penting, bandotan juga dapat dimanfaatkan  sebagai penggempur sariawan dan pendarahan pada rahim. Caranya, seluruh bagian tanaman  dengan berat(30 gram dicuci bersih menggunakan air mengalir. Setelah itu direbus dengan dua gelas air sampai mendidih dan  tinggal satu gelas. Setelah dingin air rebusan disaring lalu diminum dua kali sehari, masing-masing  satu gelas.

Khasiat lainnya dengan rutin dikonsumsi, asal tak berlebihan ramuan dari daun bandotan juga telah teruji memiliki aktivitas antioksidan. Alhasil, mempunyai manfaat seperti  berperan  mencegah radikal bebas yang bisa merusak sel dalam tubuh dan ikut mencegah penuaan dini.  Sedangkan ekstrak daun dan bunga bandotan dapat melawan parasit Trypanosoma brucei yang dapat menyebabkan penyakit tidur di Afrika. Bahkan  ekstrak daun bandotan juga mampu melawan parasit Plasmodium falciparum  yang dapat menyebabkan penyakit malaria, yaitu malaria tropika.

Adapula suatu penelitian yang  dilakukan terhadap tikus, menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun bandotan memberikan peningkatan yang signifikan terhadap limfosit. Hal ini membuktikan bahwa ekstrak daun bandotan dapat membantu melawan gangguan kesehatan  anemia atau kurang darah. Sedangkan  beberapa ciri  tanaman bandotan, misalnya daun berbentuk oval, tepi bergerigi dan tangkainya agak panjang. Selain itu batangnya membentuk percabangan dan berbulu. Tinggi tanaman bisa mencapai kisaran 90 centimeter. Meski sering dianggap gulma, sudah selayaknya tak menyepelekan keberadaan tanaman bandotan.  (Yan)

Read previous post:
Warga Mulai Cairkan BST

TEMANGGUNG (MERAPI) - Sebanyak 29.457 kepala keluarga kurang mampu terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Temanggung mulai cairkan Bantuan Sosial Tunai

Close