Euphorbia Musuh Radang Kulit Bernanah

 
TANAMAN euphorbia sering dijadikan tanaman hias. Ketika musim berbunga, euphorbia dengan nama ilmiah Euphorbia milii Ch. des Moulins ini tampil kian menawan. Selain cocok dinikmati keindahannya, euphorbia yang juga sering disebut mahkota duri ataupun kaktus pakis giwang juga diyakini memiliki khasiat kesehatan. Sehingga dapat dikelompokan sebagai tanaman hias maupun  tanaman berkhasiat obat. Khasiat kesehatannya, antara lain sebagai musuh  radang kulit bernanah dan bisul. Resenya cukup sederhana, yakni bagian daun dan batang euphorbia secukupnya dicuci bersih menggunakan air mengalir. Setelah itu duri-duri yang ada pada batang dibuang, selanjutnya digiling sampai halus. Ramuan ini ditambah sedikit gula merah lalu ditempelkan pada bagian yang sakit dan dibalut. Sebaiknya diganti dua atau tiga kali dalam sehari.

Adapun kandungan kimia alami pada bagian daun, bunga dan batang euphorbia, yaitu ada saponin dan tanin. Bagian bunganya juga mengandung  flavonoid. Khasiatnya antara lain dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi  luka bakar atau tersiram air panas. Cara membuat ramuannya, yakni batang dan daun euphorbia secukupnya dicuci bersih menggunakan air mengalir, lalu dipotong-potong. Hasilnya dimasukkan pada suatu wadah dan segera ditambah air sampai semua bahan terendam. Selanjutnya disusul proses perebusan sampai sekitar 15 menit. Setelah dingin disaring dan airnya dapat digunakan untuk mengompres ataupun mencuci luka bakar.

Sedangkan beberapa ciri fisik tanaman euphorbia, misalnya berbatangnya warna cokelat kelabu, bergetah dan berduri tajam. Daunnya  tunggal, warna hijau, bertangkai pendek, tepi rata serta berbentuk bundar telur sungsang. Bunga euphorbia keluar dari ketiak daun dan berbunga sepanjang tahun. Adapun warna bunganya bervariasi, misalnya, putih, merah,  kuning dan oranye. Pebanamannya bisa di tanah langsung atauoun pot. Paling cocok hidup di dataran rendah sampai ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut. Perbanyakkannya biasa secara generatif, yakni dengan biji-bijinya. Dapat pula secara vegetatif, seperti setek batang.

Tanaman lain yang juga dapat dikelompokan sebagai tanaman hias dan tanaman obat, yakni mawar. Zat-zat kimia alami yang terkandung di dalam bunga mawar, misalnya ada tanin, geraniol, nerol, sitronelol, asam geranik, terpene, flavonoid dan polyphenol. Selain itu ada eugenol, feniletilakohol, vitamin C, B, E dan K. Aroma harum yang terdapat pada bagian bunga bisa digunakan sebagai aromaterapi, misalnya untuk menenangkan pikiran atau jiwa. Bisa juga diproses menjadi bahan baku pembuatan parfum.

Selain itu kelopak bunga mawar yang sudah dikeringkan dapat untuk mengharumkan teh sekaligus sebagai anti oksidan bagi tubuh. Caranya, cukup menyampurkan sedikit kelopak bunganya yang sudah kering bersama teh. Lalu direbus dengan air bersih dan hasilnya disaring. Cara ini selain menjadikan teh segar, harum dan nikmat dipercaya juga sebagai anti oksidan bagi tubuh. Ramuan alami seperti ini diyakini pula mengandung zat-zat yang berfungsi sebagai penambah daya tahan atau imunitas tubuh.(Yan)

Read previous post:
Melihat Peluang Usaha Pertanian

SAAT ini menjalankan sebuah bisnis banyak diminati oleh masyarakat. Mulai dari bisnis kecantikan, bisnis kuliner dan dalah satu bidang bisnis

Close