Bunga Krisan Atasi Panas Dalam

SEBAGIAN jenis tanaman hias yang memiliki tampilan bunga cukup indah dan khas diyakini memiliki manfaat atau khasiat kesehatan. Sehingga dapat dikelompokkan juga sebagai tanaman hias yang berkhasiat obat.

Adapun bagian tanaman yang dimanfaatkan atau berkhasiat obat alami, antara lain bagian akar atau umbi, bunga, daun, biji, batang maupun kulit batang. Jenis tanamannya antara lain bunga krisan, mawar, melati, kana, jengger ayam, kastuba, tapak dara dan bunga matahari.

Penggemar tanaman asal Sleman, Ny Marsono dan suaminya termasuk senang juga mengoleksi tanaman hias yang juga mempunyai manfaat kesehatan.
“Tanaman bunga krisan termasuk salah satu diantaranya. Beberapa sumber juga menyebutkan, bagian bunga dari tanaman ini dapat diolah menjadi wujud teh kesehatan,” jelasnya kepada Merapi.

Sedangkan garis besar untuk mengolah menjadi teh kesehatan, misalnya Caranya cukup dijemur sampai benar-benar kering, sehingga menjadi layaknya teh biasa. Minuman teh kesehatan seperti ini dapat dipadu dengan madu murni saat akan diminum. Khasiat kesehatannya, antara lain dapat membantau mengatasi panas dalam, influenza serta demam. Tak ketinggalan, bisa berperan pula untuk terapi membersihkan liver, sakit kepala, hipertensi atau darah tinggi dan sinusitis.

“Warna bunga krisan ada beberapa jenis, seperti putih, kuning, kecoklatan dan pink. Ketika akan dijadikan obat alami, tak perlu merasa eman-eman memetik bagian bunganya,” tandas Ny Marsono.

Lalu untuk menanam jenis tanaman bunga krisan dapat di tanah langsung yang kaya kandungan unsur har maupun menggunakan pot. Keawetan mekarnya bunga kisaran rata-rata kisaran sampai 10 hari. Idealnya secara berkala dipupuk menggunakan pupuk organik. Penempatan tanaman saat musim penghujan, sebaiknya di tempat yang tak terkena sinar matahari langsung. Lain halnya dengan tanaman melati, khasiat kesehatan tanaman ini terutama diperoleh dari bagian daun serta bunganya. Jika digunakan untuk terapi alami sesak nafas, yaitu dapat memanfaatkan 20 lembar daun melati dan garam secukupnya. Bahan-bahan ini direbus dengan tiga gelas air sampai mendidih sampai kira-kira tersisa dua gelas. Hasil perebusan disaring dan hasil rebusan tersebut ditempelkan di sekitar  dada. Dilakukan setiap pagi sebelum mandi.

“Bagian bunganya yang berwarna putih dan aromanya yang khas juga dapat membantu melawan demam,” terangnya. Resep alami untuk melawan demam dan sakit kepala, yaitu bisa memanfaatkan satu genggam daun melati dan 10 bunga melati yang telah dicuci bersih menggunakan air mengalir. Selanjutnya diremas-remas, lalu direndam dengan air hangat dalam suatu wadah. Beberapa saat kemudian, air rendaman ini digunakan sebagai pengompres dahi. Cara ini dilakukan dua atau tiga kali sehari, dengan izin Yang Maha Kuasa, diharapkan bisa  lekas sembuh.(Yan)
 

Read previous post:
DAPUR KANTOR (2-HABIS) – Ada Pekerjaan yang Belum Selesai

AKHIRNYA Fauzi ikut mengambil gelas dan menyeduh kopi. Dibukanya sebungkus kopi, aroma kopi meresap di hidungnya. Fauzi kembali bingung, dirinya

Close