Berbahan Kedelai Kurangi Risiko Diabetes

MERAPI-SULISTYANTO
Asupan berbahan kedelai bisa berperan menjaga dan meningkatkan kesehatan.

KEDELAI termasuk jenis bahan alami menyehatkan. Selain ada kedelai kuning biasa, ada pula kedelai hitam. Kedelai biasa antara lain dapat diproses menjadi wujud tahu, tempe serta susu kedelai. Sedangkan kedelai hitam antara lain dapat dijadikan olahan kecap, bahan rempeyek maupun cukup digoreng.

Menurut Ny Surajinah asal Sleman, olahan berbahan kedelai seperti susu kedelai, tempe dan tahu sudah dikenal berbagai kalangan. Dengan rutin mengkonsumsi asupan tersebut ditambah pola hidup yang sehat, diharapkan dapat berperan mengurangi risiko terkena diabetes melitus, kanker maupun penyakit jantung. Tak kalah penting, kedelai juga dapat berfungsi sebagai antioksidan, sehingga ikut membantu menjaga serta meningkatkan kesehatan badan.

“Berbagai sumber termasuk dari internet juga banyak yang memaparkan, aneka asupan berbahan kedelai, bagus untuk kesehatan. Ketika diolah menjadi suatu asupan menyehatkan lalu dikombinasi dengan bahan-bahan lain seperti sayur dan bumbu-bumbu alami juga semakin banyak manfaat kesehatannya,” papar Ny Surajinah, belum lama ini.

Ketika tahu maupun tempe cukup digoreng saja menggunakan bumbu seperti bawang putih juga ada manfaat kesehatannya. Bawang putih sendiri dikenal sebagai bumbu aneka masakan, selain mendukung cita rasa masakan juga ada beberapa khasiat kesehatannya. Ketika dimasak ada tambahan sayur wortel, antara lain akan semakin bagus membantu mencegah risiko terserang kanker. Pasalnya, dalam wortel juga terkandung antioksidan cukup tinggi. Bahkan, wortel juga memiliki kandungan Vitamin A yang tinggi sehingga banyak berperan dalam usaha menjaga ataupun meningkatkan kesehatan mata.

“Selain itu kedelai juga mempunyai kandungan lecithin yang bersifat sebagai antioksidan ataupun anti radikal bebas, sehingga dapat mencegah dan melindungi kolesterol dari oksidasi radikal bebas yang merupakan pemicu terjadinya penyempitan/pengerasan pembuluh darah. Selain itu lecithin juga termasuk bahan baku dari penghantar staraf, dapat memperbaiki penghantaran dari satu sel syaraf ke sel syaraf lain dan merangsang perbaikkan sel syaraf yang rusak akibat serangan stroke.

Lain halnya dengan jenis kedelai hitam dipercaya banyak mengandung zat anthosianin serta antioksidan sehingga cukup potensial untuk mencegah proses oksidasi yang terjadi secara dini maupun sejumlah penyakit degeneratif. Bahkan, anthosianin dari kulit kedelai hitam mampu menghambat oksidasi LDL kolesterol. Pasalnya, oksidasi LDL kolesterol merupakan awal terbentuknya plak dalam pembuluh darah. Hal ini dapat memicu berkembangnya penyakit tekanan darah tinggi serta jantung koroner. (Yan)

Read previous post:
MERAPI-DOKUMENTASI Salam satu karya Agoes Jumianto di kontes kartun mengalahkan virus Corona.
Kelonggaran Pelaku Usaha, Selama PPKM Layanan Pesan Antar Sampai Pukul 21.00 WIB

SUKOHARJO (MERAPI) - Pemkab Sukoharjo memberikan kelonggaran kegiatan layanan pesan antar atau dibawah pulang bagi pelaku usaha restoran, rumah makan,

Close