Cumi-cumi Hilangkan Bekas Cacar

MERAPI-SULISTYANTO
Cumi-cumi termasuk sea food yang memiliki banyak manfaat kesehatan.

BEBERAPA hasil laut alias sea food layak diolah menjadi lauk-pauk saat buka puasa maupun sahur di Bulan Ramadan tahun ini. Apalagi saat ini masih ada pandemi Covid-19, alangkah idealnya bisa memilih bahan makanan bergizi dan mendukung anti bodi bagi tubuh. Salah satu sea food cukup populer, yaitu cumi-cumi.

Dengan rutin mengkonsumsi olahan berbahan cumi-cumi, asal tak berlebihan antara lain akan membantu mengoptimalkan sel darah putih. Pasalnya, tinta kehitaman pada satwa ini  diyakini bisa mengaktifkan sel-sel darah putih, sehingga bisa berperan juga dalam memerangi kuman dalam tubuh manusia. Selain itu cumi-cumi  juga kaya akan mineral dan nutrisi, antara lain ada kandungan protein, vitamin, dan omega-3. Kandungan  kadar tembaga dalam cumi-cumi akan mampu mendukung pembentukan sel darah merah.

Khasiat atau manfaat kesehatan lain dari cumi-cumi, misalnya membantu menjaga kesehatan jantung. Caranya cukup dengan rutin mengonsumsi olahan cumi-cumi, sebaiknya bukan diolah dengan cara digoreng.

Selain itu cumi-cumi juga dapat membantu menghilangkan bekas cacar. Sebab dampak setelah mengalami cacar terdapat adanya bekas di kulit. Bekas kulit tersebut cukup mempengaruhi penampilan, apalagi jika bekasnya di wajah. Cara memanfaatkan cumi –cumi, yaitu bisa dengan dijemur dahulu hingga kering dan bersih. Setelah itu ditumbuk dan diayak, sehingga mendapatkan serbuk yang sangat halus.  Serbuk ini dapat dijadikan obat alami untuk mengatasi bekas cacar.

Tak kalah penting, tinta cumi-cumi antara lain bisa dicampurkan pada kuah masakan serta pewarna alami/ pasta maupun nasi goreng. Selain menambah kekhasan pada warna maupun cita rasa masakan, diyakini pula  mempunyai manfaat kesehatan. Saat berada di habitatnya, yaitu perairan laut satwa cumi-cumi dikenal memiliki tinta hitam yang digunakan sebagai pelindung dari serangan musuh.

Adapun manfaat atau khasiat tinta cumi bagi manusia, misalnya  membantu mencegah kanker. Bahkan sejumlah literatur menyebutkan, tinta cumi bersifat anti angiogenik yang bisa membantu mencegah pertumbuhan sel-sel tumor. Termasuk mencegah pertumbuhan pembuluh darah baru yang menyebabkan tumor dan sel kanker baru. Dengan kata lain, beberapa kandungan zat pada tinta cumi dapat memperlambat pertumbuhan sel tumor. Lalu kandungan zat besi dalam tinta cumi diyakini  merupakan mineral penting bagi tubuh, yang menyusun sel darah merah atau hemoglobin. Ditambah lagi zat besi berfungsi untuk membantu fungsi otot dan otak. (Yan)


 

Read previous post:
Diselamatkan Khodam dari Maut

HARDI (bukan nama sebenarnya) memacu motornya lebih kencang. Waktu tinggal lima belas menit lagi sebelum masuk jam kantor. Pemuda berusia

Close