Jaga Fungsi Otak dengan Kacang Tanah

MERAPI-SULISTYANTO
Kacang tanah bagus untuk kesehatan dan bisa rutin dikonsumsi.

ASUPAN berasal dari kelompok kacang-kacangan sangat beragam. Bahkan diyakini mampu berperan dalam mendukung kesehatan secara alami, antara lain ada jenis kacang tanah, kedelai, merah dan koro. Cara memanfaatkannya pun beragam, misalnya cukup direbus sampai dijadikan bahan suatu masakan dengan cita rasa khas serta bisa rutin dikonsumsi.

Salah satu jenis kacang bermanfaat bagi kesehatan, yakni kacang tanah.  Cara pemanfaatannya antara lain cukup direbus, diolah menjadi kacang bawang, kacang telur serta isian membuat roti/kue. Bahkan dapat dicampurkan pada beberapa jenis masakan serta minuman, seperti sayur asam dan minuman wedang ronde. Adanya kandungan vitamin B3 pada kacang tanah antara lain akan bermanfaat untuk mendukung kesehatan seperti berperan menjaga fungsi otak tetap normal dan membantu meningkatkan kekuatan memori pada otak. Tak kalah penting, beberapa sumber bahkan menyebutkan, olahan kacang tanah dapat membantu menghindarkan depresi. Alasannya, antara lain kacang tanah merupakan sumber yang baik triptofan, yaitu suatu asam amino esensial yang penting untuk produksi serotonin, salah satu bahan yang berperan dalam regulasi suasana hati.

Ketika depresi terjadi, penurunan jumlah serotonin dapat dilepaskan dari sel-sel saraf di otak. Triptofan dapat meningkatkan efek antidepresan serotonin itu bila ada peningkatan jumlah serotonin dalam darah. Sedangkan kandungan vitamin B3 atau niasin pada kacang tanah bisa bermanfaat untuk mendukung kesehatan termasuk diantaranya untuk menjaga fungsi otak tetap normal dan meningkatkan kekuatan memori pada otak.

Tak kalah penting, asupan berbahan kacang tanah juga diyakini kaya kandungan protein, zat besi, vitamin B, niasin, vitamin E dan kalsium. Dengan kandungan nutrisi seperti ini diharapkan pula bisa berperan dalam membantu menghindarkan risiko terserang gangguan kesehatan pada jantung. Bahkan dapat membantu mencegah gangguan kesehatan wujud batu empedu. Apalagi suatu penelitian menyebutkan, dengan mengkonsumsi satu ons kacang tiga sampai empat kali dalam seminggu bisa berperan dalam usaha menurunkan risiko batu empedu.

Lain halnya dengan jenis kacang merah, misalnya dijadikan bahan pada sayur sup dan minuman es kacang merah, antara lain bisa memberi manfaat kesehatan seperti membantu melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh. Lalu kandungan seratnya cukup efektif dalam mengatasi sembelit serta mendukung kesehatan sistem pencernaan secara umum. Ada lagi kandungan vitamin B2 pada kacang merah, antara lain bisa membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan kulit. Sedangkan vitamin K-nya mampu membantu menyediakan nutrisi penting untuk otak dan sistem saraf. (Yan)

Read previous post:
Relokasi Pedagang di Pantai Drini Ditunda

WONOSARI (MERAPI) - Rencana relokasi pedagang di kawasan Pantai Drini, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul terpaksa ditunda karena pemangkasan anggaran

Close