Daun Pegagan Atasi Radang Tenggorokan

MERAPI-SULISTYANTO
Daun pegagan memiliki khasiat kesehatan dan bisa rutin dikonsumsi.

IKHTIAR mewujudkan sehat sudah selayaknya diterapkan segenap lapisan masyarakat. Ketika dilakukan dengan optimis dan semangat diharapkan bisa terwujud, meski tak harus mengeluarkan banyak biaya. Tak kalah penting lagi, peran dari Yang Maha Kuasa sebagai Maha Penyembuh dari segala gangguan kesehatan, baik ringan maupun berat.

Salah satu bahan alami berkhasiat dan jika dijual-belikan harganya tetap terjangkau, yakni tanaman pegagan. Tanaman pegagan yang sudah dijadikan produk herbal maupun makanan sehat terutama pegagan darat maupun air (embun). Bibit tanaman ini jika dijual-belikan biasa ditanam dalam plastik polybag Sedangkan untuk budidayanya agar dapat panen secara rutin dan stok selalu ada, biasanya ditanam di lahan khusus.

“Untuk pegagan darat ada juga yang biasa menyebut  tanaman tapal kuda, diyakini lebih banyak manfaat kesehatan, bahkan bisa diolah menjadi keripik daun pegagan. Sedangkan pegagan embun di Malaysia biasa dijadikan sayur dan termasuk jenis sayur menyehatkan. Salah satu teman saya yang pernah menjadi TKW di Malaysia mengungkapkan, jual-beli pegagan embun banyak ditemukan di Malaysia,” ungkap Deni Rosmawanto yang tinggal di kawasan Jalan Kaliurang Sleman.

Salah satu manfaat atau khasiat daun pegagan, misalnya untuk membantu mengatasi radang tenggorokan dan badan pegal-pegal. Cara sederhana untuk membuat ramuannya, yaitu menggunakan daun pegagan  secukupnya yang sudah dicuci bersih menggunakan air mengalir. Bahan ini lalu direbus dengan dua gelas air sampai tinggal separohnya. Setelah itu dilanjutkan proses penyaringan, sebelum diminum dua kali sehari ditambah garam sedikit.

MERAPI-SULISTYANTO
Deni Rosmawanto.

Lain halnya jika untuk membantu menggempur asma, bisa menggunakan daun pegagan embun segar sebanyak 15 gram yang sudah dicuci lalu direbus dengan tiga gelas air sampai menjadi dua gelas. Setelah dingin, air hasil rebusan tersebut diminum dua kali sehari masing-masing cukup satu gelas. Pemanfaatan daun pegagan ini bisa juga dengan dikombinasi bahan lain, misalnya menjadi teh kesehatan.
“Dengan dikombinasi bahan lain diharapkan bisa semakin banyak manfaat kesehatan yang diperoleh, misalnya bisa membantu mencegah dan melawan asam urat, liver, untuk memperlancar urin, sebagai anti rematik dan bagus untuk kesehatan otak,” terangnya.

Jika dijadikan teh kesehatan, antara lain bisa menerapkan kombinasi antara daun pegagan (70 persen), daun teh hijau (10 persen), benalu jeruk nipis (10 persen) dan akar alang-alang (10 persen). Sebelum diproses, semua bahan dicuci bersih dahulu dan dikeringkan. Setelah itu dicacah kecil-kecil dengan wadah disendirikan setiap bahannya. Selanjutnya bisa digoreng sangan secara bertahap. Alat penggorengnya menggunakan yang alami seperti kuwali (terbuat dari tanah liat) ukuran sedang. Dengan digoreng sangan, maka teh dengan bahan-bahan alami ini diharapkan bisa lebih tahan lama, bersih dan aman untuk rutin dikonsumsi. Setiap akan diminum direbus dahulu atau diseduh dengan air mendidih. Setelah hangat dapat ditambah madu murni secukupnya dan segera diminum.(Yan)


 

Read previous post:
Popok Wewe, Gombal Berkhasiat

TAHUN 1950- an masih banyak orang yang percaya akan adanya popok wewe. Sesobek kain jarik yang sudah lusuh, konon milik

Close