Kepala Nila Sebagai Sumber Antioksidan

MERAPI-SULISTYANTO
Bagian kepala ikan nila memiliki khasiat atau manfaat kesehatan.


 IKAN nila termasuk jenis ikan air tawar populer di masyarakat. Cara mengolahnya pun cukup beragam seperti digoreng, dibakar, dibuat sup sampai gulai. Bahkan dapat juga sekadar dikukus dengan dipotong-potong dahulu, misalnya menjadi tiga potong.
Cara mengolah ikan nila dengan dipotong-potong dahulu lalu cukup dikukus banyak dilakukan oleh Bambang M asal Sleman. Ketika membeli di pedagang ikan, biasa langsung minta dibersihkan serta dipotong-potong. Jika belum diolah semua, sebagian dapat disimpan dahulu di freezer. Terutama daging ikan di bagian kepala diyakini memiliki cita rasa gurih, ada seni tersendiri memilih daging di bagian kepala dan juga banyak kandungan antioksidannya.

“Adanya kandungan antioksidan akan mampu mendukung kesehatan, seperti untuk menghindarkan agar tak mudah terkena gangguan kesehatan. Jadi menurut saya, termasuk malah rugi jika mengolah ikan nila dengan membuang dahulu bagian kepalanya,” ungkap Bambang.

Tak kalah penting, sebutnya, dengan rutin mengkonsumsi olahan daging nila dipercaya membantu menjaga kesehatan jantung. Khususnya yang digoreng dengan minyak goreng, apalagi kualitas minyaknya kurang baik diharapkan sangat diminimkan, karena dikhawatirkan bisa memicu munculnya kolesterol jahat. Sehingga olahan dengan cukup dikukus ataupun dibuat sup dengan tambahan beberapa jenis sayur lebih ia senangi.

Daging ikan nila, lanjut Bambang, baik yang berada di dekat kepala, badan serta ekor bisa berperan dalam mencegah dan mengatasi anemia atau kurang darah, menjaga kesehatan tulang serta mencegah berat badan berlebihan alias obesitas. Adanya kandungan omega-3 pada ikan termasuk juga jenis ikan nila juga banyak dipercaya membantu menjaga kesehatan jantung serta kesehatan otak.

Adanya kandungan vitamin C dan E pada daging ikan nila juga diyakini dapat berperan dalam usaha menjaga kesehatan kulit, termasuk ikut  mencegah penuaan dini, bintik-bintik hitam dan keluhan kesehatan lainnya di kulit kurang sehat. Sedangkan kandungan yodium pada ikan, bisa mencegah gangguan kesehatan seperti gondok. Adanya zat selenium pada daging nila juga bisa membantu menyingkirkan radikal bebas di tubuh yang bisa memicu kanker.
“Aneka ikan yang biasa dipasarkan dan dikonsumsi masyarakat, bahkan yang ukurannya kecil-kecil seperti ikan teri juga bagus untuk kesehatan,” tegasnya. (Yan)

Read previous post:
NGENTA-ENTA MBALELA (2) – Masuk Perangkap di Bawah Pohon Trembesi

Prajurit Kadipaten Mataram di bawah pimpinan Ki Jaya Winata banyak yang jadi korban, terdesak, dan akhirnya Ki Jaya Winata lari

Close