Jenang Sumsum Sebagai Antibakteri

 MERAPI-SULISTYANTO
Jenang sumsum diberi santan dan juruh dari gula aren mampu mendukung kesehatan badan.


PERNAH melihat aneka jenang dijual di suatu kios atau lapak kakilima? Biasanya ada jenang cukup populer dan banyak disenangi berbagai kalangan, yakni jenis jenang sumsum. Tak ketinggalan juga ada jenang atau bubur kacang hijau atau sering disebut burjo.

Selain memiliki citarasa serta tekstur yang khas, kedua jenis asupan tersebut juga diyakini ada manfaat atau khasiat kesehatannya. Tak jarang juga ada yang mencampurkan jenang sumsum dan burjo dalam satu mangkok ataupun piring, sehingga diharapkan dapat memperoleh manfaat kesehatan lebih banyak. Hal ini diakui juga oleh Dani K, warga asal Seyegan di saat antre membeli asupan menyehatkan tersebut.

“Jenang sumsum yang diberi juruh gula merah dikenal memiliki banyak kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, diharapkan pula dapat mendukung stamina serta kesehatan secara umum,” jelasnya.

Adanya bahan juruh terbuat dari gula merah apalagi jika menggunakan jenis gula aren diyakini akan dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan atau imunitas tubuh. Lalu bahan santannya yang terbuat dari parutan kelapa dikenal mengandung lemak jenuh, antara lain dapat membantu meningkatkan energi. Bahkan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, karena bersifat sebagai antibakteri juga antivirus. Tak ketinggalan, santan kelapa juga dapat mencegah serta melawan gangguan kesehatan seperti radang tenggorokan. Sedangkan bahan baku jenang sumsum, yakni tepung beras diyakini mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, antara lain ada mineral serta vitamin. Ada lagi kandungan serat yang bisa berguna untuk membantu menjaga kesehatan usus ataupun sistem pencernaan secara umum. Selain itu karena mengandung karbohidrat cukup tinggi, tepung beras juga bisa menjadi pengganti nasi serta sumber energi. “Jenang sumsum juga dapat membantu menetralkan asam lambung, sehingga bisa rutin dikonsumsi penderita asam lambung,” urainya.

Lain halnya jika bisa rutin mengkonsumsi burjo, antara lain akan bisa menemukan khasiat kesehatan dari olahan kacang hijaunya. Jenis kacang ini antara lain kaya kandungan vitamin A, B1, 1,157 IU, mineral berupa fosfor, zat besi, magnesium, lemak sehat dan protein.  Jika bisa rutin mengkonsumsi asupan berbahan kacang hijau diyakini pula dapat menghindarkan risiko darah tinggi, membantu melawan radang ginjal, mengatasi keracunan dan melancarkan pencernaan di tubuh. Bahkan bisa juga sebagai peluruh kencing atau memperlancar air seni. Selain itu dapat membantu melawan gatal-gatal yang disebabkan biang keringat, musuh muntaber dan berperan membantu menguatkan fungsi limpa di dalam tubuh.
“Tak ada salahnya untuk mendukung kesehatan badan, kita berusaha bisa rutin mengkonsumsi burjo maupun jenang sumsum,” harap Dani.  (Yan)

Read previous post:
PWI Jaya Minta Polisi Secepatnya Ungkap Peristiwa Pembunuhan Editor Metro TV

JAKARTA (MERAPI) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa pembunuhan Yodi

Close