Melinjo Sebagai Sumber Antioksidan

MERAPI-SULISTYANTO
Olahan melinjo wujud emping mempunyai maanfaat kesehatan.

POHON melinjo termasuk jenis tanaman multimanfaat. Bahkan bagian daun, kulit serta biji melinjo dapat diolah menjadi beberapa jenis asupan yang diyakini mempunyai khasiat kesehatan. Sebagai contoh, bagian bijinya yang sudah tua dapat diolah menjadi emping melinjo. Makanan dengan cita rasa khas ini diyakini pula mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Bahkan warga kawasan Minggir Sleman, Sidiq S meyakini serat pada olahan biji melinjo dapat mendukung kesehatan sistem pencernaan. Selain itu juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber anti oksidan,  sehingga dapat mendukung imunitas atau kekebalan tubuh.  Jika ada yang meyakini  olahan melinjdo bisa meningkatkan asam urat, ia menduga karena mengkonsumsinya berlebihan ataupun kualitas minyak goreng yang digunakan untuk menggoreng emping melinjo.

“Minyak goreng untuk menggoreng apa pun sebaiknya dipilih yang berkualitas bagus, bukan yang sudah warna hitam karena telah berkali-kali untuk menggoreng. Kalau bisa memperoleh minyak goreng murni terbuat dari kelapa, sebenarnya malah bagus bagi kesehatan meski kadang ada yang merasa tak cocok dengan aromanya,” papar Sidiq.

Selain itu ada yang merasa cocok memanfaatkan biji melinjo muda untuk mendukung kesehatan penderita diabetes. Resep yang diterapkan cukup sederhana, yaitu cukup dengan merebus melinjo masih muda sekaligus bagian bunga melinjo atau kroto.  Bahan ini direbus sampai mendidih lalu disaring dan airnya diminum. Sedangkan bagian kulit maupun biji melinjonya dapat dimakan langsung. Dengan izin Yang Maha Kuasa, pemanfaatan melinjo tersebut akan ikut berperan menjaga kesehatan penderita diabetes, bukan malah memperparah gangguan kesehatan tersebut.

Ditambahkan Sidiq,  sedangkan bagian daun dari tanaman melinjo diyakini bisa berperan  membantu memudahkan proses persalinan atau kelahiran. Cara membuatnya, yakni memilih beberapa lembar daun melinjo yang tidak terlalu tua maupun tak terlalu muda. Bahan ini lalu dicuci sampai bersih dan  diiris-iris seperti halnya irisan daun tembakau dengan arah irisan melintang. Hasilnya dijemur di bawah sinar matahari hingga betul-betul kering. Setelah kering, setiap  akan digunakan cukup dengan mengambil secukupnya dan diseduh dengan  air panas seperti halnya membuat air teh. Hasilnya diminum setiap hari dua kali ketika usia kehamilan sudah mencapai sekitar delapan bulan lebih. (Yan)

Read previous post:
RITUAL MENYONGSONG TAHUN BARU 6422 JAWA NUSANTARA (1) – Warga Kejawen ‘Pahoman Sejati’ Berdoa Covid-19 Cepat Berlalu

Warga penghayat kepercayaan Kejawen ‘Pahoman Sejati’ mempunyai keyakinan, Tahun Baru 6422 Jawa Nusantara tanggal 1 bulan Badrawarna diawali pada hari

Close