Bawang Putih Sebagai Anti Bakteri

MERAPI-SULISTYANTO
Kombinasi bahan alami berkhasiat dari beberapa jenis rempah-rempah bagus untuk mendukung kesehatan.

HASIL akhir dari kombinasi bahan alami berkhasiat cukup beragam jenisnya. Sebagian di antaranya dapat rutin dikonsumsi dan bermanfaat bagi kesehatan. Ada pula yang dimanfaatkan sebagai obat alami di luar tubuh.

Menurut Warniningsih, campuran atau kombinasi rempah-rempah alami, misalnya bawang merah, bawang putih, lombok, merica, ketumbar sering digunakan dalam memasak sayur, membuat sambal dan beberapa olahan lain. Jika dibuat sambal dapat juga ditambah bahan lain seperti irisan cumi asin dan teri. Adanya bahan-bahan alami menyehatkan tersebut, antara lain bisa membantu memperlancar aliran darah, menghangatkan badan serta mendukung imunitas atau kekebalan tubuh. Khususnya bawang putih diyakini juga dapat sebagai anti bakteri jahat yang bisa memicu munculnya beberapa keluhan kesehatan.

“Penggunaan bawang putih untuk tidak dikonsumsi juga bisa, misalnya sebagai musuh alami jerawat. Bisa juga untuk kutil, caranya bawang putih dikeprek tidak sampai halus, ditempelkan pada kutil dan ikat yang kuat dengan kain atau plester dan ditunggu sampai sekitar 30 menit,” terangnya.

MERAPI-SULISTYANTO
Warniningsih.

Pemilik Pasar Mini di kawasan Moyudan Sleman ini meyakini pula, bawang putih bisa sebagai pemurni atau pembersih darah. Bahkan bisa juga sebagai antibiotik alami. Sedangkan manfaat kesehatan bawang merah, misalnya sebagai musuh perut kembung serta batuk. Lalu manfaat lombok, misalnya ditakuti migren, membantu melancarkan peredaran darah serta menambah nafsu makan. Bahkan bisa berperan dalam menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas, melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis dan mengurangi batuk berdahak.

“Harga lombok saat ini sedang murah, sehingga pemanfaatan lombok yang dicampur bahan-bahan lain banyak dilakukan warga terlebih yang senang masak-memasak atau membuat beberapa jenis olahan berbahan lombok,” jelasnya. (Yan)


 

Read previous post:
TUMENGGUNG POLENG DANUPAYA (9) – Melarikan Diri Setelah Tergores Sindik Konde

Pandanwono segera menempatkan diri menghadapi Panembahan Kembar yang bersenjatakan tongkat hitam galih asem. Cambuk di tangan kanannya sudah tergengam erat,

Close