Rimpang Nampu Bantu Lawan Rematik

MERAPI-SULISTYANTO
Nampu diyakini Susilo bisa membantu mengatasi keluhan kesehatan.

SEBAGIAN tanaman hias diyakini memiliki khasiat kesehatan. Wajar saja, jika akhirnya juga dilayak sebagai tanaman obat, lalu ditanam di kebun herbal. Satu di antaranya jenis tanaman nampu. Bagian rimpang atau umbi tanaman ini diyakini dapat membantu melawan sejumlah keluhan kesehatan.

Seperti diungkapkan warga Sleman, A. Susilo, rimpang jenis tanaman ini mempunyai khasiat obat alami. Ciri tanamannya antara lain, bagian bunga berbentuk bonggol, berwarna ungu, tumbuh diketiak daun, berkelamin dua dan tangkainya berwarna ungu. Buah buni, bentuknya bulat, kecil, dan berwarna merah. Biji panjang, kecil dan berwarna cokelat. Khasiat kesehatannya antara lain dapat berperan melawan rematik serta pegal-linu. Termasuk membantu meredam pegal linu bagi kaum wanita setelah melahirkan.
“Cara sederhana memanfaatkan nampu untuk melawan keluhan kesehatan, misalnya cukup dengan merebus rimpang tanaman nampu yang sudah diiris-iris dan dikeringkan,” jelasnya, belum lama ini.

Jumlah nampu kering bisa antara lima sampai 10 gram. Setelah direbus dan dalam keadaan hangat lalu disaring dan segera diminum airnya. Ketika tak memiliki keluhan kesehatan, dapat juga meminumnya sebagai usaha pencegahan. Sedangkan untuk membantu mengatasi demam, antara lain dapat menggunakan rimpang nampu segar sebanyak 60 gram. Bahan ini dicuci bersih lalu direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 30 menit. Selanjutnya disaring dan setelah dalam keadaan hangat maupun dingin diminum dua kali sehari, pagi dan sore hari. Jika timbul reaksi alergi yaitu tenggorokan terasa panas sebaiknya terapi herbal tersebut dihentikan.

Lain halnya jika digunakan sebagai peredam gigitan ular,  yakni bisa menggunakan seluruh bagian tanaman nampu. Beratnya bisa antara lima sampai sepuluh gram selanjutnya dicuci bersih dan segera dipotong-potong. Hasilnya direbus dengan  200 ml air sampai mendidih selama lima menit. Setelah itu  ditumbuk halus dan diborehkan pada luka bekas gigitan ular. Pemakaianya harus hati-hati jangan sampai mengenai kulit yang sehat.

Adapun ciri lain dari tanaman berkhasiat ini, misalnya tinggi tanaman antara 50 sampai 100 cm. Berbatang bulat, tidak berkayu, warnanya ungu kecokelatan, dan membentuk rimpang yang memanjang. Daun tunggal, tangkai panjangnya 50-60 cm, bulat berdaging. Helaian daun berbentuk bangun jantung, ujung runcing, tepi rata, kedua permukaan licin dan pertulangannya menyirip. Panjang daun 70-90 cm, lebar 20-35 cm serta berwarna hijau tua.
“Selain nampu, pacira juga bisa digolongkan sebagai tanaman hias dan tanaman obat alami,” bebernya.

Khasiat pacira, misalnya dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Bahkan bisa membantu menyingkirkan rasa sakit pada ginjal. Caranya, bisa dengan memotong satu biji pacira dalam empat bagian. Lalu dicuci dan direbus dengan air sebanyak satu cangkir selama lima menit. Hasil perebusan diminum sebelum makan pagi selama tiga hari berturut-turut.(Yan)

Read previous post:
Ngaku Polisi, Napi Asimilasi Kembali Dibui

TEMANGGUNG (MERAPI) - Dua narapidana (napi) asimilasi, AS (32) dan WL (38) serta seorang narapidana DN (38) bermasalah dengan hukum

Close