Tokek Bantu Terapi Sesak Nafas

MERAPI-SULISTYANTO
Tokek diyakini termasuk jenis satwa memiliki khasiat obat alami.

SEBAGIAN jenis satwa yang hidup liar maupun sudah dibudidayakan sering digunakan untuk membantu terapi kesehatan.  Tak jarang, perlu diolah menjadi suatu masakan dahulu agar bisa dikonsumsi rutin sampai gangguan kesehatan dapat teratasi.
Jenis satwa tokek, menurut Kurniawan yang tinggal di Mlati dapat membantu melawan sesak nafas. Terapi menggunakan bahan alami ini bisa menerapkan cara sederhana, yakni  cukup dengan rutin  mengkonsumsi olahan daging tokek, misalnya yang sudah digoreng. Bisa juga diolah menjadi wujud tongseng. Dengan cara seperti ini bahkan  diharapkan bisa mempercepat sembuhnya gatal-gatal. Selain bagian dagingnya, dengan izin Yang Maha Kuasa, kulit tokek pun diyakini bisa melawan gangguan kesehatan tersebut.
“Bahkan ada yang meyakini khasiat kulit tokek lebih manjur. Cara mengolahnya juga bisa menerapkan beberapa resep, seperti halnya cukup digoreng seperti membuat rambak kulit cakar ayam, kulit kerbau maupun kulit sapi,” paparnya.

Ditambahkan, beberapa waktu lalu bahkan perburuan tokek ukuran besar pernah cukup marak. Termasuk juga usaha budidayanya, sebab bisa dijual dan diyakini bisa membantu melawan beberapa gangguan kesehatan termasuk AIDS. Sedangkan satwa jenis lain yang juga diyakini memiliki khasiat kesehatan, misalnya tupai musuh diabetes dan cacing tanah membantu menggempur tipes. Lalu bagian empedu satwa bulus, misalnya cukup ditelan langsung dapat membantu melawan sesak nafas dan hati bulus bisa mendukung kesehatan mata.

Senada dengan Kurniawan, Hartini asal Sleman pun meyakini beberapa satwa sudah biasa digunakan untuk membantu melawan keluhan kesehatan. Satwa lainnya, antara lain air liur satwa bekicot untuk mengatasi sakit gigi serta luka di kulit. Cara mengambil air liurnya, yakni dengan memecah ujung cangkang bekicot. Lalu diambil air liurnya yang masih segar dengan kapas. Kapas basah akibat air liur tersebut digigitkan pada gigi yang sakit. Bisa juga diteteskan pada kapas lalu disumbatkan pada bagian gigi berlubang dan sakit. Selain itu air liur bekicot di yakini mampu membantu meredam berbagai jenis luka, misalnya, luka sayat, luka gores dan luka bakar. Caranya cukup dioleskan pada bagian yang luka.

“Olahan daging bekicot maupun keong mas, ada juga yang merasa cocok untuk melawan asma dan gatal-gatal,” terangnya.
Tahapan cara mengolahnya, yakni keong mas ataupun bekicot direbus sampai masak atau sekitar satu jam. Cara ini diharapkan kian memudahkan dalam memisahkan daging dari cangkangnya. Setelah daging terpisah dari cangkang, dibuang bagian kotorannya lalu diiris menjadi potongan kecil – kecil. Jika ingin disate potongan daging keong/bekicot ditusuk dengan sujen.(Yan)


 

Read previous post:
Cegah Kanker Dengan Tape Ketan

 BAHAN alami yang berkhasiat bagi kesehatan cukup beragam jenisnya. Ketika diolah menjadi suatu asupan serta memberi manfaat kesehatan, sudah selayaknya

Close