Beras Ketan Bantu Hindarkan Obesitas

MERAPI-SULISTYANTO Beras ketan hitam dan kacang merah memiliki manfaat kesehatan dikemas plastik bening.
MERAPI-SULISTYANTO
Beras ketan hitam dan kacang merah memiliki manfaat kesehatan dikemas plastik bening.

SEIRING kemajuan zaman, cara pemanfaatan bahan alami berkhasiat semakin beragam. Ketika banyak yang cocok dengan memanfaatkan bahan alami layak pula disebarluaskan, sehingga akan banyak yang tahu.

Salah satu kru kios penjualan kelontong di Sleman, Nuri DK mengungkapkan, beras ketan terlebih jenis ketan hitam juga diyakini bisa membantu melawan kolesterol jahat di tubuh. Bahkan ikut berperan menghindarkan obesitas atau berat badan berlebih. Tak ketinggalan, bisa juga berperan melindungi sel-sel di dalam tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.
“Cara memanfaatkan beras ketan antara lain dijadikan membuat beberapa bahan makanan dan minuman, lalu rutin dikonsumsi. Untuk beras ketan hitam, misalnya campuran membuat bubur kacang hijau atau burjo,” ungkapnya.

MERAPI-SULISTYANTO Nuri DK.
MERAPI-SULISTYANTO
Nuri DK.

Selain itu diyakini pula, asupan berbahan beras ketan baik jenis ketan putih maupun hitam jika dikonsumsi rutin dan teratur dapat membantu mencegah risiko diabetes. Dapat juga membantu menggantikan sel-sel kulit mati dengan sel kulit baru yang lebih halus serta lembut. Tak kalah penting mengandung sumber antioksidan yang bisa membantu mencegah gangguan kesehatan, mengandung pelembab alami dan dapat mendinginkan kulit. Bahkan, banyak diyakini pula kandungan serat yang cukup tinggi di dalam beras ketan juga bisa bermanfaat bagi kesehatan, seperti menurunkan risiko penyakit jantung.

“Asupan berbahan beras ketan masih punya juga aneka khasiat kesehatan lainnya. Hanya saja yang punya maag banyak dianjurkan untuk mengkonsumsi jenis beras ini,” urai Nuri.

Ditambahkan, jenis biji-bijian lain bermanfaat bagi kesehatan serta sering dijadikan bahan aneka asupan bercita rasa khas, yakni kacang merah. (Yan)
 

Read previous post:
KESULTANAN CIREBON, KERAJAAN ISLAM PERTAMA DI JAWA (10) – Pangeran Talaga Suka Rela Masuk Islam

Pada tahun 1528, Syarief Hidayatullah mewakilkan kekuasaan kesultanan Cirebon kepada putranya, Pangeran Mohammad Arifin alias Pangeran Pasarean, yang merupakan depati

Close