Berbahan Sirih Atasi Keputihan

MERAPI-SULISTYANTO  Aneka jenis jamu mendukung kesehatan, termasuk yang dipadu daun sirih.
MERAPI-SULISTYANTO
Aneka jenis jamu mendukung kesehatan, termasuk yang dipadu daun sirih.

MANFAAT atau khasiat daun sirih sudah banyak yang mengenal, baik jenis hijau maupun merah. Cara pemanfaatannya bisa model tunggal serta dikombinasi dengan bahan-bahan lain.

Bahkan minuman kesehatan atau jamu kunir asem bisa dikombinasi dengan sirih, sehingga bernama kunir asem sirih. Peracik jamu di kawasan Ambarketawang Sleman, Anny Nurendah K termasuk yang biasa meracik jenis jamu ini. Selain itu juga jenis jamu lain dan saat dipasarkan dikemas dalam botol-botol plastik baru (bukan bekas kemasan air minum mineral).

“Jamu kunir asem mempunyai manfaat sebagai pencegah dan membantu mengatasi beberapa gangguan kesehatan termasuk keputihan bagi kaum wanita. Ketika ditambah bahan wujud sirih, sehingga bisa dinamai kunir asem sirih akan lebih bertambah lagi khasiatnya,” jelas Anny kepada Merapi.

Daun sirih yang digunakan, sebutnya, cukup sirih hijau. Pasalnya, kalau yang merah terasa lebih getir atau lebih pahit. Resep pembuatan jamu tersebut didapat secara turun-temurun, sebab ia berasal dari keluarga pembuat jamu gendhong. Bahan wujud daun sirih pun banyak yang meyakini dapat digunakan sebagai musuh batuk, sariawan, peredam bau badan sampai mata gatal/memerah.

Khususnya yang kunir asem tanpa tambahan bahan daun sirih disenangi juga berbagai kalangan. Selain menyegarkan juga memiliki beberapa manfaat kesehatan, misalnya membantu meluruhkan lemak/kolesterol jahat, musuh beberapa gangguan pencernaan, ikut meredam nyeri haid, memperlancar haid, mendukung kesehatan kulit, anti peradangan, sebagai anti cacar air serta jerawat.

Lain halnya dengan jamu yang berbahan antara lain rimpang kencur, tepung beras, gula serta sejumlah rempah-rempah, antara lain bisa ikut menjaga atau meningkatkan stamina. Bahkan bisa berperan sebagai musuh perut kembung, mual karena masuk angin, batuk, sakit kepala, gatal-gatal pada tenggorokan, meredam nyeri, lelah atau capek-capek dan mendukung kesegaran badan.

“Hanya saja jamu beras kencur, ketika harga rimpang kencur naik, harganya juga mengikuti naik. Akhir-akhir ini harga rimpang kencur lebih mahal,” ungkap Anny.

Istri dari Buang Hadi Prasetya ini menambahkan, dari belasan jenis jamu tradisional memang ada yang rasanya tidak banyak disuka karena pahit. Namun tetap banyak manfaat kesehatannya, misal jenis jamu paitan. Bahkan ada yang untuk terapi kanker, misalnya perpaduan bahan kencur, temulawak, temumangga, kunir putih, temu ireng, daun pepaya, sambiloto, brotowali dan puyang. (Yan)

Read previous post:
Kolaborasi Hattra Bantul – LKP Rumah Sehat Mandiri Gelar Baksos Pengobatan Gratis

SEWON (MERAPI) - Paguyuban Penyehat Tradisional (Hattra) Bantul berkolaborasi dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Rumah Sehat Mandiri menyelenggarakan bakti

Close