Kedelai Jaga Daya Tahan Tubuh

MERAPI-SULISTYANTO Susu kedelai banyak manfaat kesehatannya.
MERAPI-SULISTYANTO
Susu kedelai banyak manfaat kesehatannya.

KACANG kedelai kuning atau putih sudah banyak dikenal masyarakat luas. Cara pemanfaatannya selain cukup direbus dapat juga dijadikan berbagai jenis olahan baik wujud makanan maupun minuman, misalnya tahu, tempe serta susu kedelai.

Kedelai dan aneka hasil olahannya diyakini mempunyai kandungan gizi tinggi antara lain sebagai sumber protein, lemak, vitamin dan mineral. Susunan asam amino pada kedelai pun lebih lengkap dan seimbang. Semua ini bermanfaat bagi pertumbuhan maupun menjaga kondisi sel-sel tubuh. Tak ketinggalan dapat membantu memperlancar buang air besar. Kandungan lesitin di dalam kedelai, antara lain mampu mendukung kesehatan kulit, mendukung daya tahan (imunitas) tubuh dari gangguan kesehatan serta kesehatan otak. Lalu kandungan genistein yang merupakan zat aktif dalam kedelai dan rasanya agak pahit. Namun, zat ini termasuk sejenis estrogen alami pada tumbuhan yang berkhasiat sebagai anti oksidan serta menghambat pertumbuhan sel kanker.

Ditambah lagi, kandungan proteinnya setara dengan protein hewani dari daging, susu dan telur. Bahkan, sekitar dua puluh lima persen kandungan lemak dalam kedelai terdiri dari asam lemak tak jenuh yang bebas kolesterol. Asam lemak tak jenuh ini bisa mencegah timbulnya pengerasan pembuluh-pembuluh nadi. Tak ketinggalan kedelai juga kaya asam linoleat maupun asam linolenat, yakni asam lemak esensial dari kelompok omega-6 dan omega-3 yang bisa mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.

Sejumlah literatur meyebutkan, di Indonesia, tanaman kedelai mulai dibudidayakan untuk bahan pangan dan pupuk hijau sejak abad ke-17. Terutama pada musim kemarau, sebagian petani senang menanam kedelai. Lain halnya dengan jenis kedelai hitam dipercaya banyak mengandung zat anthosianin serta antioksidan sehingga cukup potensial untuk mencegah proses oksidasi yang terjadi secara dini maupun sejumlah penyakit degeneratif. Bahkan, anthosianin dari kulit kedelai hitam mampu menghambat oksidasi LDL kolesterol. Pasalnya, oksidasi LDL kolesterol merupakan awal terbentuknya plak dalam pembuluh darah. Hal ini dapat memicu berkembangnya penyakit tekanan darah tinggi serta jantung koroner.

Sejumlah ahli pun telah mengakui kehebatan kedelai hitam yang juga disebut black soya dan biasa juga digunakan untuk membantu program penurunan berat badan(Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Eh, Patung Itu Meratap Minta Payung

TIDAK keliru jika ada orang bilang, kehidupan ini bagai roda yang berputar. Hari ini ada di bawah, bisa jadi esok

Close