Ciplukan Sebagai Rival Epilepsi

MERAPI-SULISTYANTO Bagian buah tanaman ciplukan tampil khas dan berkhasiat.
MERAPI-SULISTYANTO
Bagian buah tanaman ciplukan tampil khas dan berkhasiat.

TANAMAN ciplukan mempunyai ciri fisik cukup khas dan tampak bersahaja. Meski demikian, ciplukan diyakini termasuk jenis tanaman yang memiliki khasiat obat alami, dengan memanfaatkan buah maupun seluruh bagian tanamannya.

Manfaat kesehatan dari tanaman yang senang tumbuh liar ini antara lain sebagai musuh atau rival epilepsi (ayan), mencegah kencing manis, sakit tenggorokan, peluruh/melancarkan air seni, menetralkan racun dan meredakan serangan batuk.

Bagian buah ciplukan jika sudah masak akan berwarna kekuningan, bila digigit buahnya berasa manis serta ada rasa sedikit asam. Karena bersifat alami dapat rutin dikonsumsi, tanpa perlu was-was ada efek samping, asal tak berlebihan mengkonsumsinya. Buah ini mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C dan gula. Selain itu di dalam bijinya yang kecil-kecil terdapat kandungan claidic acid. Saat makan buah ciplukan, bagian biji pun bisa langsung dimakan. Jika digunakan sebagai rival ayan atau epilepsi yaitu bisa menggunakan buah ciplukan sebanyak delapan sampai sepuluh buah untuk dimakan setiap hari. Rutin mengkonsumsi buah ciplukan dipercaya pula bisa mencegah kencing manis.

Jenis buah lain dengan tampilan mungil dan berkhasiat yakni talok atau kersen. Sebagai musuh serangan asam urat, cara memanfaatkannya cukup sederhana, misalnya dengan memakan buah talok kisaran sembilan buah kersen tiga kali sehari. Cara ini antara lain dapat membantu mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan penyakit asam urat. Punya khasiat ini karena buah kersen mengandung kadar purin rendah. Kandungan air tinggi dalam buah kersen dapat melarutkan purin yang mengendap di ginjal atau persendian. Kandungan inilah yang membuat buah kersen mampu mengatasi asam urat. Selain itu orang yang susah buang air besar bisa mengonsumsi beberapa butir buah kersen, sehingga buang air besarnya bisa lancar.

Lain halnya sebagai ramuan anti diabetes,cara memanfaatkannya cukup menggunakan 50 sampai 100 gram daun kersen yang telah dicuci bersih dan direbus dalam seliter air hingga mendidih dan tersisa separuhnya. Hasil rebusan ini diminum dua kali sehari. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Tindaklanjuti Instruksi Gubernur, Bantul Cegah Konflik Sosial

BANTUL (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Bantul akan segera menindaklanjuti Instruksi Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, tentang pencegahan

Close