TERAPKAN RESEP ALAMI SUDAH LAMA MAUPUN BARU (1) – Jarong Sebagai Musuh Kencing Batu

MERAPI-SULISTYANTO Tanaman jarong dapat dijadikan obat alami dengan resep sederhana.
MERAPI-SULISTYANTO
Tanaman jarong dapat dijadikan obat alami dengan resep sederhana.

BERBAGAI resep penggunaan bahan alami untuk mendukung kesehatan, sifatnya ada yang lama maupun baru. Resep lama antara lain hasil gethok tular sejak nenek moyang kita, sedangkan yang baru bisa berwujud pengalaman baru dari seseorang lalu ditiru dan bisa cocok untuk membantu mencegah maupun melawan keluhan kesehatan.

Apalagi di Indonesia dikenal kaya sumber daya alamnya, termasuk aneka tumbuhan. Sebagian sudah lama dimanfaatkan khasiat kesehatannya. Tak jarang meski tanaman tersebut sering dianggap gulma, namun diyakini memiliki khasiat kesehatan. Satu di antaranya jenis tanaman jarong, antara lain diyakini dapat membantu mempercepat sembuhnya bisul, musuh gondok, bronkitis, asam urat, radang tenggorok serta kencing batu.

“Khususnya saya sendiri tahu khasiat atau manfaat tanaman ini belum lama. Ada teman yang cerita, meski tampak sepele dan sering ditemukan hidup liar di pekarangan rumah, namun ternyata ada manfaat kesehatannya,” ungkap salah satu warga kawasan Sidomulyo Sleman, Wisnu BP kepada Merapi, belum lama ini.

Contoh sederhana resep alami berbahan tanaman jarong, yakni sebagai musuh kencing batu. Ketika bisa rutin, telaten ataupun disiplin menerapkan resep ini diharapkan membantu atau cocok untuk melawan gangguan kesehatan tersebut. Caranya, cukup dengan merebus seluruh bagian tanaman jarong yang masih segar antara 18 sampai 30 gram. Bisa juga tanamannya yang sudah kering sebanyak 12-24 gram. Ramuan alami ini diminum sebelum makan, cukup sekali dalam sehari.

Jika untuk radang tenggorokan atau batuk, langkah awalnya dengan mencuci bersih tanaman jarong yang masih segar sebanyak 50 gram menggunakan air mengalir. Masih dipadu dengan dua rimpang kencur ukuran sedang serta dua siung bawang putih. Bahan-bahan ini lalu dihaluskan, ditambahkan setengah cangkir air gula sambil diaduk-aduk rata, lalu diperas dan disaring. Ramuan alami ini bisa diminum tiga kali dalam sehari, semoga tak lebih tujuh hari sudah dapat sembuh.

MERAPI-SULISTYANTO Wisnu BP.
MERAPI-SULISTYANTO
Wisnu BP.

“Tanaman berkhasiat seperti ini sering tumbuh di tempat-tempat lembab. Jika cocok tanahnya, bisa semakin banyak secara alami atau tanpa perlu campur tangan manusia,” urai Wisnu.

Adapun jenis tanaman berkhasiat lain yang juga sering dianggap gulma, yaitu kitolod. Pemanfaatan tanaman berkhasiat obat alami ini sudah lama diterapkan, terutama untuk membantu mengatasi keluhan kesehatan pada mata. Bahkan bisa sebagai gurah mata, sehingga bisa menjadi lebih jernih. Caranya dijadikan sebagai obat alami tetes mata. Bahan bakunya bisa berwujud empat bunga kitolod yang sudah dicuci bersih dan direndam air murni selama satu jam. Air hasil rendaman digunakan sebagai obat tetes mata, sehari cukup dua kali, pagi serta sore. Selain bagian bunganya, bagian daunnya pun dapat cukup direndam air beberapa saat sebelum dijadikan obat tetes mata alami. Dapat juga sebagai ramuan alami membantu menyembuhkan luka. Resepnya, daun segar kitolod dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus. Hasilnya ditempelkan pada luka dan dibalut kain perban.(Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Wajah Sayu di Ruang Rektorat

TUGAS akhir yang dikerjakan Vania (nama samaran) seorang mahasiswi asal Kalimantan, banyak revisinya. Konsep skripsinya banyak coretan disana sini. Sehingga

Close