Lancarkan Sirkulasi Darah dengan Kencur

MERAPI-SULISTYANTO Tanaman kencur banyak dimanfaatkan bagian rimpangnya.
MERAPI-SULISTYANTO
Tanaman kencur banyak dimanfaatkan bagian rimpangnya.

SALAH tanaman empon-empon cukup populer, yakni kencur. Bagian tanaman yang banyak dimanfaatkan terutama rimpangnya. Selain bermanfaat di bidang masakan, juga bidang kesehatan atau sebagai ramuan alami.

Ketika langka diperoleh hasil panenan rimpang kencur, harganya bisa kian mahal. Maka, sudah selayaknya tanaman ini banyak dibudidayakan, baik di tanah langsung, plastik polybag maupun pot. Selain bermanfaat bagi kesehatan, hasil panenannya juga memiliki nilai ekonomi. Dengan peralatan modern, rimpang kencur dapat diproses menjadi minyak atsiri. Bahkan dalam rimpang kencur mengandung kurang lebih 23 macam senyawa. Tujuh belas di antaranya mengandung senyawa aromatik, monoterpena dan seskuiterpena. Khasiat kesehatannya antara lain mampu membantu memperlancar sirkulasi/aliran darah. Khususnya senyawa seskuiterpena punya efek mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri.

Selain itu kencur juga bersifat stimulan, sehingga dapat digunakan sebagai penambah tenaga. Tak ketinggalan bersifat karminatif atau meluruhkan angin, sehingga mampu membantu menendang kembung di perut. Diyakini juga kencur dapat membantu melawan sakit gigi, memar, nyeri dada, sakit kepala dan sembelit. Ditambah lagi mampu menjadi musuh bebuyutan tetanus, radang lambung, muntah-muntah, panas dalam dan keracunan.

Tidak kalah penting, beberapa herbalis di Indonesia mampu membuat ekstrak kencur sebagai pendukung kapsul gurah. Dengan dipadu dengan bahan alami lain seperti herba srigunggu dan cakar ayam lalu dimasukkan di cangkang kapsul warna bening. Khasiatnya antara lain membantu mengencerkan dahak, memperlancar peredaran darah, melawan sinusitis dan batuk. Dengan peredaran darah yang baik, kesehatan badan pun diharapkan juga bisa baik.

Adapun manfaat kencur agar bisa menghasilkan minyak atsiri, antara lain dapat diperoleh dengan cara menyuling bagian rimpangnya. Sedangkan perbanyakkan tanaman biasa menggunakan rimpangnya yang sudah tua. Tanaman ini cocok ditempatkan di lokasi sedikit naungan atau tidak terpapar sinar matahari langsung. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Diantar Pulang Makhluk Mengerikan

SUDAH menjadi kebiasaan bagi Puput (nama samaran) seorang gadis kecil kelas 1 Sekolah Dasar, sepulang sekolah selalu menghabiskan waktunya untuk

Close