Lidah Buaya Seimbangkan Kembali Kerja Usus

MERAPI-JB SANTOSO Tampilannya, memang buruk rupa.
MERAPI-JB SANTOSO
Tampilannya, memang buruk rupa.

DALAM pengobatan tradisional lidah buaya juga dikenal sebagai herbal bermanfaat meringankan masalah pencernaan. Salah satunya, lidah buaya dapat digunakan sebagai obat wasir atau puru sembilik (haemorrhoides). Manfaat ini juga direkomendasikan dalam Cabe Puyang warisan Nenek Moyang (Balai Pustaka, 1996). Cara menggunakannya, ambil setengah pelepah daun lidah buaya, hilangkan duri-durinya, dicuci bersih dan diparut (diblender), tambah ½ cangkir air matang dan 2 sdm (sendok makan) madu, diperas dan disaring. Minum hasilnya sekaligus. Lakukan cara ini 2-3 kali sehari. Cara ini juga dapat dirujuk untuk mengatasi asma dan batuk, baik batuk biasa maupun batuk rejan.

Disebutkan pula dalam pustaka terbitan Balai Pustaka ini, lidah buaya dapat digunakan untuk menyembuhkan trakhoma atau radang selaput mata menahun. nTrakhoma menyerang selaput lendir atau selaput kelopak mata bagian dalam. Penyebab penyakit ini adalah semacam virus yang banyak terdapat di sekeliling kita, terutama di kawasan dengan polusi yang pekat.

Cara merujuknya amat mudah. Ambil saja 1 pelepah daun lidah buaya, buang duri-durinya, dicuci bersih, diperas lalu disaring. Gunakan airnya untuk menetes mata penderita trakhoma. Lakukan secara teratur 3-6 kali sehari, masing-masing sebanyak 2-4 tetes.

Meski tampil sebagai si buruk rupa, tapi lidah buaya juga dijuluki herbal sejuta khasiat, juga dikenal sebagai tanaman ajaib. Manfaatnya tak cuma di bidang kosmetika, tapi juga dapat digunakan dalam berbagai penyembuhan. Menariknya, lidah buaya dapat digunakan secara langsung. Tapi kini telah banyak diproses agar produknya lebih praktis digunakan, terutama untuk perawatan kecantikan.

Di luar manfaatnya sebagai bahan kosmetik, dari penelitian yang dilaporkan Journal of Dermatologic Surgery and Oncology, lidah buaya akan memperpendek waktu penyembuhan luka operasi.

Kajiannya dilakukan terhadap 18 orang yang menjalani operasi dermabrasi wajah dimana lesi dikikis. Setelah itu wajah mereka dibalut. Separuhnya dengan pembalut standar yang dilapisi gel operasi, sisanya menggunakan pembalut yang ditambahi gel lidah buaya. Hasilnya menunjukkan, sebagian wajah yang dibalut dengan menggunakan gel lidah buaya, sembuh dalam tempo 72 jam lebih cepat dibanding dengan bagian yang dibalut secara standar.

Dalam studi lain yang dilakukan di Negeri Gajah Putih, Journal of The Medical Association of Thailand melaporkan lidah buaya dapat meringankan luka bakar. Penelitiannya dilakukan terhadap 27 penderita luka bakar yang dibagi dalam dua kelompok. Separuhnya diterapi dengan serbuk obat yang dilapisi gel lidah buaya, separuhnya lagi dengan gel minyak obat (salf). Terbukti luka yang disembuhkan dengan gel lidah buaya sembuh lebih cepat 12 hari dibanding dengan luka bakar yang hanya diobati dengan salf.
Pernah minum jus lidah buaya? Kalau sistem pencernaan sedang ngadat, minumlah jus ini sebab efektif untuk menangkal peradangan usus. Demikian rilis Journal Alternative Medicine.

Studinya dilakukan terhadap sepuluh penderita masalah pencernaan. Mereka diberi 56 gram jus lidah buaya tiga kali sehari selama tujuh hari. Setelah seminggu, mereka sembuh dari diare. Empat orang mengalami perbaikan dalam regularitas usus, tiga orang dilaporkan mengalami peningkatan energi.

Dari hasil studi itu dapoat disimpulkan, lidah buaya mampu menyeimbangkan kembali kerja usus dengan mengatur keasaman lambung, memperbaiki daya geraknya dan mengurangi populasi mikroorganisme feses. (JB Santoso)

 

Read previous post:
CERITA MISTERI – Barisan Aneh Pendeta Berjubah

MESKI gaya arstektur bangunan ini sebagaimana gedung-gedung di Portugal, yakni memadukan bentuk kotak dan lengkung, namun gedung ini bisa dibilang

Close