LIDAH BUAYA, NAMA GARANG TIDAK BERBAHAYA (3) – Hambat Pertumbuhan Sel Kanker

MERAPI-JB SANTOSO Tidak rugi menanam lidah buaya.
MERAPI-JB SANTOSO
Tidak rugi menanam lidah buaya.

RAMBUT rontok (gugur) dalam bahasa medis disebut alopecia areata. Penyebabnya bisa beragam, misal habis terserang penyakit berat, habis bersalin, stres, kelemumur (ketombean), pengaruh obat dan kulit kepala kurang sehat. Lidah buaya dapat diandalkan untuk menangkal gejala rambut rontok.

Namun dari berbagai penelitian terhadap lidah buaya (Aloe vera Linn) diketahui, si buruk rupa ini memiliki banyak manfaat. Jangan hanya dianggap sebagai bahan kosmetik, tapi juga banyak ragam gangguan kesehatan dapat diatasi. Misal, dapat meluruskan fungsi pencernaan yang bermasalah, membantu penyembuhan luka setelah operasi, bahan detoksifikas dan sebagainya.

Bahan obat tradisional bergelar herbal sejuta khasiat ini bukan hanya mampu menggasak penyakit-penyakit ringan, tapi juga dapat menahan pertumbuhan beberapa penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, HIV dan kanker.

Dari rilis Journal of Advancement in Medicine (1991) diketahui, herbal lidah buaya mampu menghambat infeksi HIV sampai 30 persen. Oleh sebab itu, herbal aloe dijadikan nutrisi tambahan untuk penderita HIV. Disebutkan dalam jurnal tersebut, jus murni lidah buaya mampu menahan infeksi dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Sementara Hormone Research menyebutkan, kandungan dalam lidah buaya dapat digunakan untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Penelitian dilakukan terhadap lima penderita diabetes mellitus (DM) dewasa yang tidak tergantung pada insulin. Setelah diberi setengah sendok teh ekstrak lidah buaya setiap hari selama 14 minggu lebih, kadar gula darah mereka turun rata-rata 45 persen tanpa adanya perubahan dalam berat badan.

Kemampuan herbal lidah buaya dalam menghadang kanker, juga telah diungkap dalam Japan Journal of Cancer Research. Disebutkan dalam jurnal tersebut, kandungan lecetin dalam lidah buaya, signifikan untuk meningkatkan pertahanan tubuh dan menekan sel kanker paru-paru. Selain itu juga dapat membantu penyembuhan luka, ambein dan radang tenggorokan. Karena itulah lidah buaya dapat membantu memperpanjang usia dan merangsang sistem kekebalan tubuh penderita kanker.

Dalam, studi yang dilakukan para ilmuwan Jepang diketahui, tikus yang menderita tumor ganas dapat diperpanjang masa hidupnya sekitar 22 persen. Penelitian dilakukan dengan cara memberi lidah buaya secara oral sebanyak 50 mg/berat badan selama 14 hari.

Lidah buaya memang tidak dapat menekan pertumbuhan tumor, tapi setidaknya memperpanjang usia harapan hidup. Ketika pemberian lidah buaya terhadap tikus ditingkatkan dari 50 mg menjadi 100 mg/berat badan, misalnya, maka usia harapan hidup tikus penderita tumor ganas lainnya bertambah dari 22 persen menjadi 32 persen.

Selanjutnya studi tentang sel-sel kanker manusia (di luar tubuh) menemukan bahwa lidah buaya dosis tinggi dapat menekan pertumbuhan sel-sel kanker tersebut.

Telah disebutkan, nutrisi dalam lidah buaya membantu membersihkan sistem pencernan dari segala macam bentuk racun. Kemampuannya sebagai bahan detoksifikasi ini juga dilaporkan American Chronicle. Disebutkan dalam jurnal itu, lidah buaya juga bekerja sebagai agen antibakteri dan jamur bagi tubuh, sehingga mampu menghalau sejumlah penyakit. Selain itu juga disebutkan, enzim dalam daging lidah buaya juga amat baik untuk memperlancar peradaran darah. Lidah buaya dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk olahan seperti juice, manisan atau campuran teh. Maka tidak ada salahnya saat berekreasi mencampur lidah buaya dalam makanan sehari-hari. (JB Santoso)

 

Read previous post:
LIDAH BUAYA, NAMA GARANG TIDAK BERBAHAYA (2) – Lembutkan Kulit, Kuatkan Rambut

KEHEBATAN si buruk rupa ini bukan hanya mitos, tapi merupakan fakta empirik yang terbukti sejak ribuan tahun lalu. Konon sudah

Close