Kasus Perceraian di Gunungkidul Cukup Tinggi

ilustrasi
ilustrasi

WONOSARI (MERAPI) – Di tengah pandemi Covid-19 angka perceraian di Kabupaten Gunungkidul masih tetap tinggi dan hingga pertenghan tahun ini Pengadilan Agama Wonosari sudah mengabulkan 216 permohonan talak dan 816 permohonan gugatan.Humas Pengadilan Agama Wonosari, Muslih, menjelaskan bahwa ada tiga penyebab perceraian yang terjadi yakni berkaitan dengan ekonomi atau nafkah, hadirnya pihak ketiga dan juga saling meninggalkan karena ego. “Ketidak harmonisan dalam rumah tangga memicu keinginan untuk masing-masing pasangan untuk bercerai,” katanya, Rabu (5/8).

Dalam proses perceraian tersebut memang berjalan cukup panjang dan terbanyak kasus gugatan yang diajukan pihak wanita karena menyangkut faktor ekonomi. Penghasilan wanita yang lebih banyak dari laki-laki, ataupun laki-laki tidak memberikan nafkah dan masalah ini menjadi rerata penyebab perceraian di Gunungkidul. Selain itu juga ada faktor karena ketidakmampuan kedua belah pihak dalam memenuhi ketentuan pengadilan juga berimbas pada lamanya proses persidangan. Misalnya majelis hakim minta kesaksian pihak tergugat, pihak tergugat hadir tapi tidak siap. Tentu saja hal ini yang membuat proses perceraian berlangsung lama. “Kalau pihak tergugat tidak hadir prosesnya cepat, dua sampai tiga kali sidang selesai,” papar dia.

Sejak Januari 2020 lalu terdapat 43 pengajuan talak dan 170 pendaftaran gugatan dan dari jumlah tersebut beberapa pendaftar talak dicabut dan terdapat sebanyak 12 pendaftar gugatan dicabut. Pada awal tahun 2020 pengadilan agama mengabulkan sebanyak 118 permohonan gugatan dan 37 talak.Sementara pada bulan Februari 2020 menerima sebanyak 48 pendaftar talak dan pendaftar gugatan sebanyak 119. Dari jumlah tersebut, hanya lima talak dan delapan gugatan yang dicabut dan mengabulkan 39 permohonan talak dan 127 permohonan gugatan. Maret 2020 menerima 27 permohonan talak dan 101 permohonan gugat. Di antaranya delapan pendaftaran talak dan empat pendaftaran gugat dicabut dan mengabulkan 25 talak dan 104 gugatan.

Bulan April 2020, terjadi penurunan diduga akibat pandemi Covid-19 yang membuat layanan dibatasi serta sistem work from home (bekerja dari rumah) menjadi penyebab pendaftaran perceraian menurun. Hanya terdapat 5 talak dan 16 gugatan dan mengabulkan 15 kasus talak serta 55 gugatan. Memasuki adaptasi kebiasaan baru Juni 2020, trend angka perceraian kembali meningkat. Pengadilan Agama Wonosari menerima 67 pendaftaran talak dan 183 pendaftaran gugatan dan mengabulkan 52 talak dan 169 gugatan.

Sementara berdasarkan data pada bulan Juli 2020, terdapat 56 pendaftran talak dan 147 gugatan dan yang dikabulkan sebanyak 56 talak dan 183 gugatan. Untuk menekan angka perceraian, Kemenag Gunungkidul sudah melakukan berbagai upaya. Edukasi pra maupun pascanikah oleh Bagian Pembinaan Masyarakat melalui KUA di 18 kapanewon.“Kami sejak dari pendaftaran pernikahan dan setelah pernikahan selalu melakukan pembinaan untuk ketahanan keluarga,” terangnya. (Pur)

Read previous post:
Pilkades di Bantul Usai Pilkada 2020

BANTUL (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Bantul akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 24 desa setelah pelaksanaan Pemilihan Bupati

Close