262 Padukuhan Kekurangan Air Bersih

Ilustrrasi kekeringan

WONOSARI (MERAPI) – Memasuki bulan Agustus ini krisis air bersih di Kabupaten Gunungkidul semakin meluas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat sudah meluas di 8 Kapanewon dari 18 Kapanewon yang ada. Dari sebanyak 8 Kapanewon tersebut terdapat 4 Kapanewon sudah mengajukan droping air. “Ke empat kapanewon yang sudah mengajukan dropping tersebut yakni Kapanewon Rongkop, Girisubo, Semanu, dan Purwosari. kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki MSi, Selasa (4/8).

Sementara untuk Kapanewon yang terdampak kekeringan diantaranya, Girisubo, Paliyan, Purwosari, Rongkop, Saptosari, Semanu, dan Tanjungsari. dengan total padukuhan yang terdampak ada 262 padukuhan.Untuk Kapanewon Tanjungsari laporannya baru saja masuk dan belum diketahui apakah mereka meminta dropping atau hanya melaporkan jumlah jiwa terdampak kekeringan. Sedangkan untuk keperluan dropping air pihaknya masih mengandalkan 4 mobil tangki dari 7 mobil yang dimiliki BPBD. Tidak maksimalnya tangki air ini karena tiga tangki diantaranya rusak. “Kami sudah meminta kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terkait masih adanya 10 tangki milik pemkab yang bisa ditarik dari Kapanewon,” imbuhnya.

Sesuai dengan anggaran tahun ini Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran droping di BPBD sebesar Rp 700 juta. Selama ini masih ada 10 mobil tangki yang semula dioperasikan dari masing-masing kapanewon. Karena sekarang ini dropping dari kapanewon ditiadakan dan harus melibatkan pihak ke tiga maka mobil tangki dari kapanewon tersebut bisa ditarik lagi untuk dioperasikan memperlancar dropping air dari BPBD. Tetapi Kepala Bidang Aset, BKAD Gunungkidul, Prihatin Eka Widada mengatakan, pihaknya belum akan menarik tangki milik pemkab yang ada di Kapanewon karena masih untuk persiapan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Kemungkinan baru tahun 2021 mendatang aset mobil tangki akan ditarik,” ucapnya.

Dampak kekeringan air bagi warga sejumlah kalurahan memang sudah dirasakan sejak satu bulan ini. Bagi kalurahan yang sudah mengalami krisis warganya sudah banyak yang membeli air dari swasta dengan kapasitas 5.000 liter dengan harga antara Rp 15 ribu hingga Rp 200 ribu tergantung jauh dekatnya lokasi pengiriman air bersih tersebut. (Pur)

.

Read previous post:
Akan Dibangun Jembatan Penghubung Playen – Dlingo

WONOSARI (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul merencanakan membangun jembatan penghubung antara Gunungkidul-Bantul, tepatnya yang menghubungkan Kalurahan Banyusoco, Playen dengan Kecamatan

Close