Pemkab Cairkan Belanja Tak Terduga Rp 44 M

WONOSARI (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah melakukan refocusing anggaran dan sampai saat ini telah mencairkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 44 miliar dari APBD untuk penanganan pandemi Covid-19 yang kini semakin meluas. Dari anggaran dana BTT tersebut saat ini, sudah ada OPD yang mengusulkan penambahan anggaran..Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Saptoyo mengatakan, perencanaan awal ada sebesar Rp 47 miliar yang dananya melekat di lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD).“Anggaran tersebut digunakan oleh Dinas Kesehatan, RSUD, Dinas Sosial, BPBD Gunungkidul, dan RSUD Saptosari,” katanya Selasa (4/8).

Untuk Dinas Kesehatan jumlah pagu dari Rp 12 miliar lebih berubah menjadi Rp 16,1 miliar. Kemudian untuk BPBD Gunungkidul Rp 2,8 miliar dan telah digunakan secara keseluruhan.Dari anggaran sebesar Rp 52,6 miliar itu telah dicairkan sebesar Rp 44 miliar atau mencapai 83,6 persen.Kendati demikian, pemerintah masih memiliki cadangan anggaran. Mengingat sejak awal dilakukan penanganan dan penanggulangan covid -19 total anggaran yang dilakukan refocusing mencapai Rp 210 miliar. “Dengan demikian, jika sewaktu-waktu ada anggaran yang sangat mendesak masih dapat memanfaatkan BTT,” imuhnya.

Sementara untuk BPBD sendiri ini juga mulai mengajukan anggaran tambahan untuk penanganan dan penanggulangan covid -19. Pasalnya di BPBD ada beberapa sektor yang diampu, sebagai contohnya penyiapan fasilitas untuk uji coba di wisata. Anggaran yang digunakan merupakan anggaran yang melekat pada BPBD.

Sementara itu, anggota Komisi B, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Eko Rustanto SE mengatakan pihaknya i terus melakukan pengawasan dan pemantauan berkaitan dengan penggunaan anggaran penanganan covid -19 di Gunungkidul. Bedasarkan pengamatan dan pengawasan yang dilakukan BTT sudah hampir mencapai Rp 50 miliar yang telah digunakan oleh pemerintah umtuk penanganan Covid-19..Mulai dari penanganan di bidang kesehartat, pengadaan masker, APD, hingga jaring pengaman sosial yang telah dilakukan pemerintah. ” Pemerintah telah melakukan tugasnya dengan baik, hanya saja memang ada beberapa yang masih dikrisisi DPRD,” terangnya.(Pur)

Read previous post:
Ponpes Klaster Baru di Pati

PATI (MERAPI) - Hingga minggu pertama bulan Agustus 2020 ini, kasus Covid19 di Pati (Jateng) masih mengalami peningkatan. Jumlah pasien

Close