Wisma Wanagama Diminta UGM, Pemkab Cari Lokasi Pengganti Karantina Covid-19

WONOSARI (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sedang mencari lokasi karantina pengganti untuk warga reaktif Covid-19 menyusul penghentian penggunaan Wisma Wanagama oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kapanewon Playen .Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki MSi mengatakan, sejak awal wisma Wanagama memang diproyeksikan hanya bisa digunakan selama satu bulan. Tetapi hingga saat ini perpanjangan sudah dilakukan hingga lebih dari dua bulan. Karena lokasi akan digunakan untuk kegiatan kampus, maka pihak UGM perpanjangan penggunaan wisma Wanagama tidak dilakukan. “Saat ini kami sedang mencari lokasi alternatif lain untuk bisa digunakan untuk menampung pasien,” katanya Senin (3/8) kemrin.

Awalnya karantina warga reaktif ini dilakukan di RSUD Saptosari, tetapi sejalan dengan perencanaan penggunaan layanan kesehatan kemudian diperluas dengan menggunakan Wisma Wanagama milik Fakultas Kehutanan UGM tersebut. Karena pihak UGM akan kembali mnggunakan fasilitas untuk kegiatan kampus maka Pemkab Gunungkidul berusaha untuk mencari lokasi penggantinya. Wisma Wanagama ini digunakan sejak pertengahan bulan Mei 2020 lalu dan hingga kini sudah digunakan untuk karantina warga reaktif korona sudah lebih dari dua bulan.. ” Perjanjian pertama itu 37 hari , kemudian ada kebijakan diperpanjang hingga 31 Juli,” imbuhnya.

Kepala Dinkes Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes ketika dihubungi membenarkan hal tersebut. Hingga kini pihaknya masih mencari lokasi pengganti dengan sasaran di puskesmas yang mampu menampung pasien rapid tes reaktif. Hutan yang dikembangkan oleh UGM Yogyakarta sejak tahun 1964 ini memiliki wisma yang terdiri dari beberapa kamar atau paviliun. Salah satunya kompleks wisma wanagama.Karantina ini dilakukan karena tidak semua warga reaktif dapat menjalani isolasi mandiri. Oleh karenanya, pemkab menyediakan faslilitas agar proses karantina bisa berjalan dengan baik. “Kita sedang berusaha untuk mencari lokasi baru akan proses karantina bagi warga reaktif tetap bisa berjalan sesuai dengan harapan,” terangnya. (Pur)

.

Read previous post:
Terdakwa Susur Sungai Minta Bebas

Close