DPP Gunungkidul Temukan 18 Kasus Cacing Hati

Petugas Disnakkan Karanganyar memeriksa kualitas daging kurban. (MERAPI-Abdul Alim)
Ilustrasi

WONOSARI (MERAPI)- Hasil pemantauan dan pengawasan di lokasi penyembelihan hewan kurban oleh Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul terdata dari ribuan hewan kurban yang disembelih ditemukan terdapat 18 kasus cacing hati. Kepala DPP Gunungkidul Ir Bambang Wisnu Broto mengatakan data pantauan untuk hewan kurban tersebut untuk Sapi sebanyak 2.445 ekor, Kambing 9.714 ekor, dan domba 246 ekor.

“Terkait dengan tempat penyembelihan kami mengeluarkan rekomendasi untuk 1.424 lokasi tersebar di 18 Kapanewonan,” katanya, Minggu (2/8).

Karena Idul Adha tahun ini bertepatan dengan pandemi korona maka menyelenggarakan pemotongan hewan kurban juga mengalami penurunan. Tahun 2019 lalu jumlah sapi yang dipotong ada 3.446 ekor atau menurun 1.000 ekor dibanding tahun lalu . Sedangkan jumlah petugas yang diterjunkan dari saat Idul Adha hingga tasrik Senin (3/8) ada 250 personel. Saat penyembelihan dilakukan dengan melaksanakan protokol kesehatan yakni menghidari kerumunan, mengenakan masker dan menjaga jarak, serta sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. “Untuk pemotongan hewan juga dilakukan di 20 tempat pemotongan hewan,” imbuhnya.

Wakil Bupati Gunungkidul Dr Immawan Wahyudi MH mengatakan, dari pemantauan yangdilakukan pihaknya mengapresiasi baha semua berjalan sesuai dengan harapan. Saar melakukan pemantauan di beberapa titik lokasi penyembelihan hewan kurban masyarakat tetap mempertahankan protokol kesehatan. Pihaknya berharap dengan budaya masyarakat Gunungkidul yang ‘greteh’ untuk mencegah penularan covid-19 dapat terus ditingkatkan. Dengan harapan agar penyebaran Covid-19 bisa dicegah. (Pur)

Read previous post:
Terpancing Emosi

Close